logo

Dua Bekas Anak Buah Menkeu Sri Mulyani Bakal Segera Diadili

Dua Bekas Anak Buah Menkeu Sri Mulyani Bakal Segera Diadili

DJP
19 September 2021 15:47 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Bekas anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani masing-masing Angin Prayitno Aji selaku eks Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada DJP; dan Dadan Ramdani selaku bekas Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan pada DJP bakal didudukan di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Jakarta.

Hal itu terjadi menyusul telah dilimpahkan berkas perkara Angin Prayitno Aji selaku mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada DJP; dan  Dadan Ramdani ke Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis (16/9).

Menurut Plt Jubir KPK Ali Fikri, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK saat ini menunggu penetapan penunjukan majelis hakim dan penetapan majelis hakim akan hari sidang dengan agenda perdana pembacaan surat dakwaan.

Dalam berkas kedua terdakwa, mereka didakwa dengan dakwaan Pertama Pasal 12 huruf a UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHP. Atau dakwaan Kedua Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHP.

Terkait kasus ini, KPK baru menahan dua tersangka, yaitu Angin pada Selasa (4/5) dan Dadan Ramdani (DR) pada Jumat (13/8). Sedangkan empat tersangka lainnya hingga saat ini belum ditahan. Padahal, ada diantaranya mangkir saat dipanggil penyidik.

Keempat tersangka yang belum ditahan yaitu, Ryan Ahmad Ronas (RAR) selaku konsultan pajak, Aulia Imran Maghribi (AIM) selaku konsultan pajak; Veronika Lindawati (VL) selaku kuasa wajib pajak; dan Agus Susetyo (AS) selaku konsultan pajak.

Dalam kasus ini, Angin bersama-sama dengan Dadan diduga mengatur jumlah kewajiban pembayaran pajak sesuai keinginan wajib pajak atau pihak yang mewakili wajib pajak. Pemeriksaan perpajakan juga tidak berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku. Khususnya terhadap tiga wajib pajak yaitu PT Gunung Madu Plantations (GMP) untuk tahun pajak 2016, PT Bank PAN Indonesia (Panin) untuk tahun pajak 2016, dan PT Jhonlin Baratama (JB) untuk tahun pajak 2016 dan 2017.

Untuk tindak kejahatannya itu, Angin bersama Dadan diduga telah menerima uang sebesar Rp 15 miliar yang diserahkan oleh tersangka Ryan dan tersangka Aulia Imran sebagai perwakilan PT GMP pada awal 2018. Disusul pertengahan 2018 sebesar 500 ribu dollar Singapura yang diserahkan oleh tersangka Veronika sebagai perwakilan PT BPI Tbk dari total komitmen sebesar Rp 25 miliar. Juli-September 2019 sebesar 3 juta dollar Singapura diserahkan oleh tersangka Agus sebagai perwakilan PT Jhonlin Baratama yang merupakan anak usaha dari Jhonlin Group milik Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam. ***

Editor : Pudja Rukmana