logo

Ayam Taliwang Moerad Menjadi Salah Satu Kekuatan Wisata Kuliner NTB

Ayam Taliwang Moerad Menjadi Salah Satu Kekuatan Wisata Kuliner NTB

17 September 2021 14:44 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - LOMBOK - Rasa-rasanya, pecinta kuliner di Tanah Air tidak ada yang tidak mengenal makanan khas Pulau Lombok, Ayam Taliwang. Kuliner satu ini memiliki cita rasa yang sangat khas dengan racikan bumbu yang spesial. 

Resep nikmat Ayam Taliwang ditemukan Haji Ahmad Moerad dan Hj Salmah Moerad, warga Kelurahan Taliwang, Kecamatan Cakranegara Utara, Kota Mataram. 

Cucu Haji Ahmad Moerad, Taufan Rahmadi, mengatakan jika resep sang kakek pertama kali dibuat dan dijual di sebuah warung,  bilangan Jalan Raya Cakranegara, sekitar tahun 1967 silam. 

“Kakek saya sebenarnya adalah saudagar sapi terkenal. Namun, bisnisnya bangkrut. Untuk bertahan hidup, ia memulai usaha baru, membuka warung makan di salah satu rumah toko di Cakranegara, yang masih eksis hingga sekarang,” terang Taufan. 

Hanya saja, usaha baru yang dipilih Haji Moersd sempat menemui halangan. Pasalnya, pihak keluarga sempat menentang. Namun, tekad dan keyakinan Haji Moerad yang luar biasa akhirnya membuat keluarga luluh. 

“Saat itu kakek boleh jualan, tetapi syaratnya tidak boleh mahal. Selain itu, jangan pernah menolak orang miskin yang ingin makan di restauran, meskipun tidak punya uang,” katanya. 

Untuk menarik minat masyarakat, Haji Moerad menghadirkan menu spesial, yaitu ayam bakar yang diolah sedemikian rupa. Menu ini kemudian dikenal sebagai Ayam Taliwang. 

Menurut Taufan, Ayam Taliwang tidak memiliki resep rahasia. Masyarakat luas boleh mengetahui resep temuan Haji Moerad ini. Haji Moerad pun tidak mematenkan Ayam Taliwang. Sehingga masyarakat yang ingin menjalani usaha ini sangat terbuka lebar. 

“Ini jadi amal jariyah beliau,” kenang Taufan menyampaikan alasan sang kakek tidak mematenkan Ayam Taliwang. 

Seiring waktu, rumah makan Haji Moerad berkembang semakin pesat. Bahkan telah berdiri empat restauran Ayam Taliwang lagi yang dimiliki anak keturunan Haji Moerad, yaitu restauran yang berlokasi di Kelurahan Pajang Timur, Kelurahan Karang Bagu, Kelurahan Taliwang, dan satu lagi di Kota Semarang, Jawa Tengah. 

“Ciri dari restauran Ayam Taliwang asli, semua restaurannya akan di pasang foto penemu menu makanan Ayam Taliwang, Haji Ahmad Moerad dan isterinya,” pungkas Taufan.

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat, Yusron Hadi, mengatakan Ayam Taliwang telah melengkapi kekayaan wisata Lombok.

"Dengan hadirnya Ayam Taliwang, kekuatan wisata NTB menjadi sangat beragam. Kita bukan hanya memiliki wisata alam yang keren, NTB juga juga punya budaya yang terjaga, serta tentunya kuliner yang sangat khas," katanya. 

Dikatakan Yusron, selain Ayam Taliwang, NTB memiliki sejumlah kuliner khas.

"Provinsi Nusa Tenggara Barat terbagi beberapa bagian dan masing-masing memiliki ciri khas, termasuk dalam hal kulinernya," kata Yusron

Kuliner yang terkenal lainnya semisal  Sate Bulayak. "Sate khas Lombok, sate bulayak terbuat dari daging sapi. Bumbu kacangnya berbeda dengan yang lain, karena menggunakan santan," kata Yusron.

Selain itu, ada juga Jaje Tunjak Lapis Poteng Jaje tunjak lapis poteng adalah sejenis tape. Terbuat dari beras ketan, bumbu yang digunakan seperti perasan daun saga dan kelapa parut.

Lantas ada Kelaq Kelor. Mirip sayur bening, kelaq kelor paling nikmat dimakan bareng nasi hangat dan sambal terasi.

Kemudian Nasi Kuta Raja. Nasi kuta raja terdiri dari jangan rarit (daging sapi berbumbu) dan sambal sebie (sambal dari cabai rawit hijau).

Ada juga nasi balap puyung. Dalam satu porsi nasi balap puyung, kamu akan menemukan ayam suwir, kacang panjang, kantang kriuk, abon sapi, dan ayam goreng.

"Jadi selain wisata alamnya yang eksotik dan menawan, NTB juga memiliki kuliner khas yang bisa dinikmati wisatawan," ujar Yusron.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto