logo

Perlindungan Hukum, GM Pro Justitia Laporkan Polisi Ke Propam Metro Jaya

Perlindungan Hukum, GM Pro Justitia Laporkan Polisi Ke Propam Metro Jaya

Ketua GM Pro Justitia, Sahroji di Setum Polda Metro Jaya. (FOTO: Ist).
17 September 2021 00:49 WIB
Penulis : Dharma

SuaraKarya.id - CIKARANG: Gerakan Masyarakat Pro Justitia melaporkan dugaan arogansi yang dilakukan oleh oknum anggota Polsek Tambelang dan Polres Metro Bekasi ke Bidang Propam Polda Metro Jaya. Laporan itu diterima oleh Subbag Pelayanan dan Pengaduan Bidang Propam Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/9/2021). 

Ketua GM Pro Justitia, Sahroji berharap laporan surat perlindungan hukum dan pengaduan dapat ditindaklanjuti. Oknum polisi yang dilaporkan dari Unit Reskrim Polsek Tambelang dan Anggota Unit III Jatanras Polres Metro Bekasi. 

"Atas adanya kejadian tersebut kami selaku pendamping merasa prihatin dengan kejadian ini, sekaligus kami memohon perlindungan hukum, harapan kami pihak Propam Polda Metro Jaya dapat segera melakukan pemeriksaan dan pemanggilan terlapor," kata Sahroji saat dikonfirmasi awak media.

Keempat orang tersebut merupakan korban yang turut diamankan oleh polisi terkait kasus pembegalan di Jalan Raya Sukaraja, Desa Sukaraja, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, pada 24 Juli 2021 dini hari. 

Adapun empat orang itu yakni Wahyu (27), Krisna Wijaya (21), Apriyanto (25), dan Ridwansyah (26). Mereka ditangkap oleh polisi di Warung, Jalan Raya CBL, Kampung Selang Bojong, RT 001/RW 001, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada 28 Juli 2021 sekira pukul 18.52 WIB.

Sementara itu, empat terduga begal yang (saat ini) masih jadi tahanan Polsek Tambelang berinisial MR, MF, AR, RA.

Untuk diketahui, empat orang tersebut setelah diperiksa oleh polisi selama 10 jam di lokasi Kantor Cabang Telkom, persis didepan Kantor Mapolsek Tambelang, kemudian dilepaskan tanpa diantarkan kembali ke lokasi penangkapan. 

Dalam penangkapan tersebut, Wahyu dan Apriyanto dengan kondisi tangan diikat (kebelakang) dengan lakban. Sementara, Ridwansyah di borgol dengan mata dibugkus kaos dan lakban.

Dalam keterangan terpisah, kuasa hukum dari terduga pelaku pembegalan Dedy Cahyadi, SH menyampaikan, mengapresiasi tindakan berani GM Pro Justitia bersama empat orang yang ikut diamankan dengan melaporkan tindakan oknum polisi tersebut ke propam Polda Metro Jaya. 

"Kami mengapresiasi tindakan berani yang dilakukan rekan-rekan dari GM Pro Justitia bersama empat orang mengalami kejadian mencekam itu.

Ini merupakan wujud kesadaran hukum masyarakat, dimana terlihat bahwa kesewenang wenangan, arogansi aparat penegak hukum yang mereka anggap tidak sesuai bahkan cenderung kearah penganiayaan patut dilaporkan agar kedepannya sikap dan tindakan polisi dalam menegakkan hukum lebih profesional, lebih manusiawi dan mengedepankan azas praduga tidak bersalah," ujarnya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto