logo

Gibran Persilahkan Mahasiswa Bertemu Langsung Sampaikan Aspirasi 

Gibran Persilahkan Mahasiswa Bertemu Langsung Sampaikan Aspirasi 

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka persilahkan mahasiswa UNS menemuinya untuk sampaikan aspirasi
16 September 2021 22:48 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mempersilakan 10 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)  Solo, Jawa Tengah yang melakukan aksi membentangkan poster kritikan terhadap pemerintah, untuk menemuinya. Ke-10 mahasiswa UNS itu sempat diamankan polisi karena aksinya tersebut

"Kemarin saya sudah telepon Pak Rektor (Rektor UNS, Prof Jamal Wiwoho), monggo mahasiswa semuanya itu kalau mau ketemu saya, saya fasilitasi," kata Gibran kepada wartawan di sela-sela mengunjungi vaksinasi Covid-19 di Hall Terminal Tirtonadi Solo, Kamis (16/9/2021).

Disinggung terkait sikap polisi yang dinilai reaktif terhadap aksi mahasiswa tersebut, Gibran enggan menanggapi.

"Ya itu tanya Pak Kapolres dong," ujarnya.

Sememtara itu, menanggapi undangan Wali Kota Solo tersebut, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS, Zakky Musthofa mengatakan pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu maksud undangan tersebut.

"Kira-kira dengan pertemuan itu apa bisa menyampaikan aspirasi kami ke Presiden Joko Widodo. Saya akan menyampaikan soal ini ke teman-teman dulu," kata Zakky.

Menurut Zakky, konteks yang dipersoalkan para mahasiswa menyangkut persoalan nasional bukan kota. Sehingga, pihaknya akan mempertimbangkan undangan Wali Kota Solo tersebut jika Gibran menjamin aspirasi mereka disampaikan ke Presiden Jokowi.

"Jadi orientasi kali bagaimana aspirasi disampaikan langsung. Kalau konteks administrasi ruang lingkup Wali Kota Solo tapi melihat dia putra Pak Jokowi harusnya bisa, kalau berkenan bisa menyambungkan secara langsung," jelasnya.

Sebelumnya, 10 mahasiswa UNS diamankan polisi setelaj melakukan aksi membentangkan poster kritikan terhadap pemerintah. Aksi itu dilakukan saat Presiden Jokowi melintas di Jalan Ir Sutami, Solo menuju ke kampus UNS pada Senin (14/9/2021) lalu untuk menghadiri forum Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN).

Poster dibentangkan  tersebut di antaranya berbunyi "Pak tolong benahi KPK" dan "Tuntaskan pelanggaran HAM di masa lalu". Salah satu mahasiswa membentangkan poster di halte depan kampus UNS. ***

Editor : Pudja Rukmana