logo

Kasus Aktif Covid-19 Di Jakarta Turun  175  Hari Ini

Kasus Aktif Covid-19 Di Jakarta Turun  175  Hari Ini

Penangana.n kasus posirif Covid-19 di DKI Jakarta.
16 September 2021 19:34 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan  DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 18.932 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 16.660 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 176 positif dan 16.484 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 1.217 orang dites, dengan hasil 10 positif dan 1.207 negatif.

Dwi  menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 121.457 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 568.964 per sejuta penduduk," tuturnya.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 175 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 3.114 (orang yang masih dirawat/ isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 855.600 kasus.

Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR. Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 839.022 dengan tingkat kesembuhan 98,1%, dan total 13.464 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,3%.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 1,4%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 14,1%.

WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%. Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 10.169.963 orang (113,7%), dengan proporsi 63% merupakan warga ber-KTP DKI dan 37% warga KTP Non DKI.

Jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 26.293 orang. Sedangkan, total dosis 2 kini mencapai 7.219.461 orang (80,7%), dengan proporsi 64% merupakan warga ber-KTP DKI dan 36% warga KTP Non DKI. Jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 104.377 orang.

Satpol PP  DKI menindak atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PPKM lainnya, seperti pelanggaran di restoran/rumah makan, serta pelanggaran perkantoran, tempat usaha, dan tempat industri.

Sanksi yang diberlakukan berupa kerja sosial, denda, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan izin usaha. Berdasarkan laporan harian Satpol PP  DKI  pada 15 September 2021 pukul 18.00 WIB, telah dilakukan penertiban, terdiri dari operasi masker, penertiban pada restoran, rumah makan, warung makan, dan kafe, serta pada perkantoran, tempat kerja, dan tempat usaha dengan total denda sebesar Rp 91.100.000. Serta 8 restoran, rumah makan, warung makan, kafe yang diberhentikan sementara.

Harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

Pemprov DKI  menyarankan, untuk melakukan vaksinasi, warga dapat langsung ke tempat vaksinasi. Namun, untuk mempercepat proses vaksinasi, warga disarankan mendaftar online melalui aplikasi JAKI atau situs corona.jakarta.go.id/vaksinasi.

Dengan mendaftar secara online, warga dapat memilih waktu dan tempat vaksinasi sendiri, sekaligus bisa melakukan pre-screening tes online. Untuk menemukan tempat vaksinasi, warga juga mengeceknya melalui aplikasi google maps.

Hanya dengan menuliskan “vaksin Covid-19”, warga dapat menemukan lokasi serta dibantu informasi jalur menemukan lokasi yang dipilih. Adapun kategori warga 18+ yang dapat divaksinasi di DKI Jakarta adalah: -

-Warga ber-KTP DKI Jakarta, - Warga ber-KTP dari luar DKI Jakarta, tetapi berdomisili di DKI Jakarta (membawa keterangan domisili diperoleh dari petugas RT, tidak harus dari ketua RT),

- Pekerja di DKI Jakarta yang ber-KTP dari luar DKI Jakarta (membawa keterangan dari tempat kerja). Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi Covid-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB. ***  

Editor : Gungde Ariwangsa SH