logo

Oknum PLH Samsat Polda Terlibat Sindikat Penerbitan STNK Aspal

Oknum PLH Samsat Polda Terlibat Sindikat Penerbitan STNK Aspal

Foto: Istimewa.
16 September 2021 18:57 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Petugas lapangan harian (PLH) Samsat  Polda Jawa Barat terlibat dalam sindikat pembuatan STNK aspal dan pelat nomor rahasia palsu. Komplotan ini menjual belikan nopol hingga puluhan juta rupiah.

Total ada 3 tersangka yang ditangkap polisi dalam kasus ini. Mereka adalah TA yang mengaku-aku sebagai anggota polisi yang bertugas di Mabes Polri, AK dan US

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan kasus ini terungkap setelah pihaknya mendapatkan laporan dari seorang korban. Korban melaporkan uangnya Rp 70 juta ditilap oleh pelaku yang menjanjikan menerbitkan pelat nomor kode rahasia.

“Berdasar adanya laporan dari seseorang telah ditipu dan digelapkan uangnya sekitar Rp 70 juta untuk pembuatan STNK dan TNKB rahasia dari kepolisian. Juga dijanjikan untuk pembuatan STNK dan TNKB untuk nomor rahasia ‘RF’, ‘QH’, pelat anggota DPR,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (16/9/2021) di Jakarta.

Lebih lanjut Yusri mengatakan, korban dan tersangka TA awalnya berkenalan di sebuah showroom mobil. Saat berkenalan TA mengaku sebagai anggota polisi.

“Yang bersangkutan memang pernah bertemu berkenalan dari rekannya di salah satu showroom, kemudian berkomunikasi melalui WA. TA ini menjanjikan buat STNK dan TNKB yang disampaikan tadi, ngaku anggota Polri dari Mabes Polri, menyiapkan TNKB/STNK rahasia dan DPR,” kata Yusri

Yusri menambahkan, seorang pegawai harian lepas (PHL) di Samsat Jawa Barat ikut terlibat. Tersangka AK ini bertugas mencetak pelat nomor ‘RF’ dan DPR sesuai pesanan AT tadi.

“AK ini yang mencetak TNKB yang biasa kita kenal pelat mobil. Dari mana dia bisa dapat, karena yang bersangkutan bekerja sebagai PHL yang biasa diperbantukan di Samsat Jabar, jadi dia tahu bagaimana mekanisme pembuatan TNKB,” papar Yusri.

Tersangka lainnya adalah US yang bertugas menyiapkan STNK ‘aspal’ sesuai pesanan tersangka TA.

“US ini perannya membuatkan STNK aspal (asli tapi palsu), kenapa aspal? STNK ini asli, kemudian dihapus sama dia, disesuaikan identitas kendaraan sesuai pesanan dari TA ini otaknya yang ngaku anggota Polri,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal Pemalsuan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH