logo

Kuasa Hukum Minta Kejari Cikarang Tolak Pelimpahan Perkara Polsek Tambelang

Kuasa Hukum Minta Kejari Cikarang Tolak Pelimpahan Perkara Polsek Tambelang

Kuasa hukum terduga begal. (FOTO: Dok/Suarakarya.id).
16 September 2021 13:02 WIB
Penulis : Dharma

SuaraKarya.id - CIKARANG: Tim Kuasa Hukum dari empat terduga begal meminta Kejaksaan Negeri Cikarang untuk menolak segala bentuk pelimpahan perkara dari Polsek Tambelang.

"Karena segala sesuatunya sedang di uji formil (gugatan praperadilan) terkait tindakan kepolisian terhadap penagkapan, penahanan tersangka. Ini yang sedang kita mohonkan, sah tidaknya penahanan dan penangkapan tersebut," kata salah satu tim kuasa hukum, Jamaludin, SH saat dikonfirmasi awak media, Kamis (16/9/2021).

Ia mengatakan, BAP dan reka ulang terhadap empat tersangka sudah dilakukan polisi tanpa didampingi pihak kuasa hukum. Menurutnya, kasus perkara tersebut sudah masuk dalam gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Cikarang pada Senin (13/9/2021) lalu.

"BAP dilakukan pada senin malam (13/9/2021) dimana pada hari yang sama sidang praperadilan tidak dihadiri Termohon karena alasan dinas luar, kemudian reka ulang tidak didampingi kuasa hukum. Itu artinya, ada banyak kejanggalan-kejanggalan," tegasnya.

"Ini semakin menambah daftar panjang hal-hal yang kemudian menurut kami sebagai kuasa hukum dilanggar oleh Polsek Tambelang dalam menangani perkara itu," tambahnya.

Pihaknya telah berkirim surat kepada Kepala Kejari Cikarang, C.q. Kasie Pidum Kejari Cikarang, dalam hal mohon penghentian seluruh proses penyidikan terhadap laporan polisi nomor: LP/365/13-TL/K/VII/2021/Polres Metro Bekasi/Polda Metro Jaya.

Adapun sidang pertama gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Cikarang, pihak Polsek Tambelang tidak hadir dan tak mengutus kuasanya. 

"Sejatinya, kalau memang kita sama-sama ingin menegakan aturan main yang ada, otomatis kan harusnya hadir menyampaikan bahwa tindakan kami (polisi) benar, kan begitu iya kan.

Begitu juga dengan kami berkeyakinan terhadap kejanggalan-kejanggalan yang disampaikan pihak keluarga didukung oleh bukti dan saksi-saksi yang akan kami hadirkan nantinya. Itu pun memperkuat keyakinan kami, mengapa kami mengajukan praperadilan," ujarnya. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH