logo

Presidensi G20, Indonesia usung Tema 'Pulih Bersama, Bangkit Perkasa'

Presidensi G20, Indonesia usung Tema 'Pulih Bersama, Bangkit Perkasa'

Foto: YouTube
15 September 2021 01:00 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Indonesia mendapat kepercayaan sebagai Presidensi G-20 Tahun 2022 terhitung mulai 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022 mendatang. Presidensi Indonesia G20 2022  mengambil tema ‘Recover Together, Recover Stronger’ ('Pulih Bersama, Bangkit Perkasa').

Ini untuk pertama kalinya Indonesia memegang Presidensi G20 sejak G20 dibentuk pada 26 September 1999. Indonesia sendiri ditetapkan sebagai Presidensi G20 Tahun 2022 pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-15 Riyadh, Arab Saudi, 22 November tahun lalu. 

Setiap tahunnya para negara anggota G20 bergilir untuk menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan pertemuan organisasi tersebut. Setelah serah terima dari Italia, Indonesia akan memegang Presidensi G20 Tahun 2022 selama satu tahun. 

“Serah terima Presidensi G20 dari Italia kepada Indonesia akan dilaksanakan pada KTT G20 atau G20 Leader Summit di Roma, Italia, pada tanggal 30-31 Oktober tahun 2021 ini,” ujar Menteri komunikasi dan informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dalam Keterangan Pers Bersama mengenai Presidensi Indonesia di G20 Tahun 2022, Selasa (14/09/2021) yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden.

Keterangan pers bersama dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekonomi) Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Menkominfo Johnny G. Plate, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan hadir untuk menerima estafet kepemimpinan Presidensi G-20 sebelumnya, Italia. Sebagai Kepala Negara RI, Presiden Jokowi, antara lain akan didampingi Menkeu Sri Mulyani  dan Gubernur BI Perry Warjiyo.

Sementara itu Menlu Retno LP Marsudi mengatakan, pemerintah sangat mengharapkan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia bagi suksesnya Presidensi Indonesia.

Pemerintah akan bekerja keras agar amanah Presidensi G20  memberikan manfaat maksimal bagi rakyat Indonesia dan akan meneguhkan peran dan kepemimpinan yang selama ini dijalankan Indonesia di dunia internasional.

“Ini tentunya merupakan kepercayaan, tetapi pada saat yang sama juga merupakan sebuah tanggung jawab besar bagi Indonesia, yang insya Allah akan kita tunaikan sebaik mungkin,” ujar Menlu. 

Kepanitiaan Nasional

Lebih jauh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menjelaskan bahwa Presidensi G20 Indonesia meliputi persiapan dan penyelenggaraan rangkaian pertemuan Presidensi G20 Indonesia pada tahun 2021 dan tahun 2022. Kegiatan tersebut terdiri dari pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT), pertemuan tingkat Menteri dan Gubernur Bank Sentral, pertemuan tingkat Sherpa, pertemuan tingkat Deputi, pertemuan tingkat Working Group, pertemuan tingkat Engagement Group,  program Side Events, dan program Road to G20 Indonesia 2022. 

Untuk mengoptimalkan posisi Indonesia sebagai penyelenggara Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 tersebut, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia, pada tanggal 27 Mei lalu. 

Adapun tugas dari panitia nasional ini adalah: 

a. Menyusun dan menetapkan rencana induk penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia, termasuk di dalamnya penentuan tema, agenda prioritas, dan rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia.

b. Menyusun dan menetapkan rencana kerja dan anggaran penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia.

c. Mengadakan persiapan dan penyelenggaraan pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi, pertemuan tingkat Menteri dan Gubernur Bank Sentral, pertemuan tingkat Sherpa, pertemuan tingkat Deputi, pertemuan tingkat Working Group, dan pertemuan tingkat Engagement Group melalui kemitraan dengan Troika G20, negara anggota G20, dan organisasi internasional 

d. Mengadakan persiapan dan penyelenggaraan program Side Events.

e. Mengadakan persiapan dan penyelenggaraan program Road to G20 Indonesia 2022.

f. Melakukan monitoring penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia. 

Berdasarkan ketentuan peraturan ini, Panitia Nasional terdiri atas Pengarah, Ketua, Penanggung Jawab Bidang, Koordinator Harian, dan Sekretariat. 

Pengarah Panitia Nasional terdiri dari Presiden dan Wapres RI, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves), serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) 

Kemudian, duduk sebagai Ketua Bidang Sherpa Track yaitu Menko Ekonomi sebagai Ketua I dan Menlu Ketua II.

Ketua Bidang Finance Track diketuai Menkeu sebagai Ketua I dan Gubernur BI Ketua II.

Ketua Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara diketuai Menko Polhukam.

Penanggung Jawab Bidang Logistik dan Infrastruktur diketuai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Sekretaris Kabinet (Setkab) duduk sebagai salah satu anggotanya.  

Penanggung Jawab Bidang Komunikasi dan Media diketuai Menkominfo.

Penanggung Jawab Bidang Side Events diketuai Menteri Perdagangan (Mendag).

Penanggung Jawab Bidang Pengamanan diketuai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Krisis Akibat Pandemi Covid

Sebagai informasi, G20 (Group of 20) adalah forum internasional yang terdiri dari 20 negara, bank sentral, dan Uni Eropa. Tiap-tiap anggota diwakili oleh kepala negara, menteri, dan gubernur bank sentralnya. 

Organisasi yang berfokus pada perekonomian dan keuangan global ini dibentuk untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan dalam rangka mewujudkan stabilitas keuangan internasional. 

Dhus, kalau forum G20 semula dibentuk untuk membicarakan masalah krisis ekonomi tahun 1998, forum G20 Tahun 2022 kemungkinan akan mendiskusikan masalah krisis keuangan dunia akibat pandemi Covid-19.

G20 berisikan negara-negara dengan ekonomi terbesar. Jika ditotal, mencapai 90 persen produk dunia bruto, 80 persen perdagangan dunia, 2/3 populasi dunia, dan separuh luas lahan yang ada di bumi.

Anggota G20 adalah Argentina, Australia, Brazil, Kanada, China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat dan Uni Eropa. ***

Editor : Pudja Rukmana