logo

Pandemi Covid-19, Penetrasi Layanan Digital Di Indonesia Terus Meningkat

Pandemi Covid-19, Penetrasi Layanan Digital Di Indonesia Terus Meningkat

Webinar bertajuk Bijak Bertransaksi: Jual Beli di Era Pandemi, yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (14/9/2021).
15 September 2021 00:50 WIB
Penulis : Agung Elang

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Pandemi Covid-19 dianggap telah mengubah perilaku konsumsi masyarakat, dalam kaitan itu komunitas startup nasional dituntut untuk terus berinovasi dan lebih agresif dalam memberikan layanan digital di Indonesia. Pasalnya, pandemi Covid-19 berimbas positif terhadap layanan digital di Indonesia. 

Demikian mengemuka dalam webinar bertajuk Bijak Bertransaksi: Jual Beli di Era Pandemi, yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (14/9/2021). Webinar via zoom yang  diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 150 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek menghadirkan Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid sebagai keynote speaker, Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dan Head of Advisor Finasialku.com, Robby Christy sebagai narasumber. 

"Dengan gaya hidup serba digital, seperti bekerja, belanja, rapat hingga sekolah, pengguna internet di Indonesia melonjak 16 persen atau bertambah 27 juta orang pengguna antara tahun 2020 hingga 2021. Penetrasi internet pun melonjak menjadi 73,7 persen per Januari 2021," kata Meutya Hafid. 

Politisi perempuan Partai Golkar itu mengungkapkan e-commerce akan menjadi penyumbang terbesar dalam mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). "E-commerce diprediksi berkontribusi hingga 34 persen atau Rp 1.900 triliun," ujarnya. 

Ia mengatakan DPR terus mendorong pemerintah untuk mempercepat berbagai upaya dalam membangun literasi digital sehingga menjadi upaya perubahan kultur dan attitude masyarakat dalam percepatan transformasi digital. 

"Mengakses internet secara mudah, cepat dan terjangkau merupakan impian seluruh bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke," katanya. 

Di tempat yang sama, Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan di masa pandemi, layanan digital dan e-commerce menjadi pilihan kebanyakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan harian. 

Beberapa sektor startup seperti healthtech, e-groceries, marketplace dan logistik mengalami pertumbuhan permintaan yang signifikan. Tidak hanya startup retail, peranan startup berbasis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga sangat membantu sektor UMKM beradaptasi dengan perubahan. 

“Untuk dapat menjaga momentum baik di industri startup ini, para pelaku startup perlu untuk terus berinovasi dan menciptakan produk dan layanan yang dapat menjawab permasalahan dan tantangan masyarakat yang semakin beragam ke depannya,” kata Semuel. 

Sementara itu, Head of Advisor Finasialku.com, Robby Christy mengatakan keuangan adalah salah satu faktor penting dalam membangun bisnis. Maka dari itu, pengelolaan keuangan menjadi hal wajib bagi para pengusaha. 

Dalam merencanakan keuangan harus disusun sesuai prioritas keuangan. Pertama, pastikan keuangan aman. "Perlu menyiapkan dana darurat, atur cash flow, dan asuransi," ujarnya. 

Selanjutnya, jika sudah memiliki keuangan yang aman, baru penuhi kenyamanan keuangan. "Dengan mencari sumber pendapatan tambahan. Misalnya dengan berinvestasi, baik itu investasi cash flow ataupun capital gain," tuturnya. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH