logo

Airlangga: Cegah Varian Baru Covid, Presiden Minta Pos-pos Perbatasan Dijaga

Airlangga: Cegah Varian Baru Covid, Presiden Minta Pos-pos Perbatasan Dijaga

Foto: YouTube
14 September 2021 11:20 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Hasil evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), jumlah kasus Covid-19 di Indonesia menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas, Senin (13/09/2021), momentum penurunan kasus yang sudah kurang dari 100 000 ini agar terus dijaga. 

"Masyarakat diminta tetap waspada dan tidak eforia dengan menurunnya kasus tersebut," kata Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers mengenai Perkembangan PPKM Terkini secara virtual, Senin (13/09/2021) malam.

"Pandemi ini masih naik turun dan (adanya) varian Delta ini tidak bisa diprediksi. Demikian pula pandemi Covid ini juga sulit diprediksi," ujarnya pula dalam tayangan di kanal  YouTube Sekretariat Presiden.  

Yang jelas, ucap Airlangga, pemerintah berupaya keras mencegah masuknya varian baru, Covid,  baik melalui jalur udara, laut maupun darat. Oleh sebab itu,  koordinasi antarkementerian sangat diperlukan. "Presiden minta agar pos-pos perbatasan terus dijaga dan vaksinasi terus didorong," ungkap Airlangga.

Ke depan, stok vaksin yang ada diminta bisa digunakan untuk vaksin pertama di kabuoaten dan kota yang vaksinasinya masih di bawah 20 persen.

"PPKM akan terus berlaku selama pandemi ada. Seperti disampaikan Bapak Menko Marinves (Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan), pemerintah akan terus menerapkan PPKM sesuai level masing-masing," ujarnya.

Terkait hasil evaluasi PPKM Luar Jawa Bali, berdasarkan asesmen per tanggal 11 September 2021, di tingkat provinsi terjadi penurunan daerah yang berada di Level 4, dari dua provinsi menjadi tidak ada. Sedangkan, untuk daerah Level 3 turun dari sebelumnya 22 provinsi menjadi 16 provinsi dan Level 2 meningkat dari 3 provinsi menjadi 11 provinsi.

"Dari 23 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali yang menerapkan PPKM Level 4 saat ini, sebanyak 17 daerah telah mengalami perbaikan atau penurunan tingkat asesmen. Enambelas (16) daerah turun ke Level 3 dan satu daerah turun ke Level 2," ungkap Airlangga.

Adapun enam kabupaten/kota lainnya tetap di Level 4, yaitu Banda Aceh, Bangka, Medan, Kotabaru, Palangka Raya, dan Palu. "Walaupun beberapa indikator terkait dengan kasus konfirmasi, kesembuhan, tingkat kematian, maupun bed occupancy rate-nya sudah lebih baik, namun tetap kita kenakan di Level 4,” ujarnya. 

Mobilitas Meningkat

Terkait mobilitas, Airlangga menyampaikan bahwa dari 23 kabupaten/kota PPKM Level 4, sebanyak delapan daerah mengalami peningkatan mobilitas dan tujuh daerah mengalami penurunan mobilitas, dengan ambang batas 10 persen.

“Lima belas kabupaten/kota dengan indeks mobilitas yang meningkat dan delapan kabupaten/kota menurun dari minggu sebelumnya. Tiga kabupaten/kota penurunannya di atas 30 persen, yaitu Balikpapan, Palu, dan Kutai Kartanegara,” tuturnya.

Terkait testing dan tracing, Airlangga memaparkan bahwa capaian testing di luar Jawa-Bali dalam tujuh hari terakhir cukup baik atau di atas target yang ditetapkan. Hanya tiga provinsi dengan tingkat testing kurang dari 50 persen, yaitu Aceh, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Namun, capaian tracing di luar Jawa-Bali masih cukup rendah.

“Tracing, satu provinsi di atas 10, yaitu Sumatra Utara. Kemudian positivity rate (mingguan) per 12 September tercatat 3,5, di mana khusus untuk Luar Jawa-Bali berada pada kisaran tersebut,” katanya. 

Capaian Vaksinasi

Terkait capaian vaksinasi, Airlangga menjelaskan hanya terdapat empat provinsi di luar Jawa-Bali yang memiliki capaian di atas rata-rata nasional, yaitu Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung. 

Dari kabupaten/kota Level 4 di Luar Jawa-Bali, ada 12 kabupaten kota yang di atas rata-rata nasional dan 11 (daerah) di bawah rata-rata nasional. Sedangkan yang di bawah rata-rata adalah Aceh Tamiang, Aceh Besar, Bangka, Kota Padang, Mandailing Natal, Kotabaru, Kutai Kartanegara, Kota Tarakan, Poso, Bolaang Mongondow, dan Kupang. 

Airlangga menjelaskan meskipun periode PPKM di luar Jawa-Bali diberlakukan selama dua pekan, pemerintah melakukan asesmen setiap minggu. “Evaluasi PPKM di Luar Jawa-Bali ini diberlakukan masih dalam dua pekan, artinya PPKM luar Jawa-Bali adalah perpanjangannya tanggal 7 sampai 20 September 2021,” ujarnya. ***

Editor : Pudja Rukmana