logo

Pemerintah Prioritaskan Perlindungan Program Jamsostek Non-ASN Dan Pekerja Rentan

 Pemerintah Prioritaskan Perlindungan Program Jamsostek  Non-ASN Dan Pekerja Rentan

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma’ruf Amin. (foto,ist)
10 September 2021 14:13 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemerintah akan terus mendukung upaya implementasi Jamsostek, agar perlindungan menyeluruh bagi pekerja dapat segera terwujud.

Demikian disampaikan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma’ruf Amin dalam sambutannya secara virtual, pada acara Penganugerahan Paritrana Award 2020, di Jakarta, Kamis (9/9/2021).

Paritrana Awards merupakan penghargaan tahunan dari Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) bersama BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK), serta didukung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang kali ini memasuki gelaran keempat.

“Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dan regulasi seperti Inpres Nomor 2 tahun 2021 dan Permendagri Nomor 27 tahun 2021 sebagai komitmen pemerintah mengoptimalkan program perlindungan Jamsostek,” tutur Ma’ruf Amin.

Ma'ruf Amin menegaskan Inpres nomor 2 tahun 2021 tentang Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Permendagri nomor 27 tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2022 yang mengatur penganggaran Jamsostek merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendukung implementasi Jamsostek secara menyeluruh.

Seperti diketahui, Permendagri dimaksud mengatur perlindungan Jamsostek melalui penganggaran APBD tahun 2022 bagi para pekerja non-ASN, pegawai penyelenggara pemilu, pekerja rentan, hingga pegawai BUMD.

Pada kesempatan itu, Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin juga memberikan apresiasi yang tinggi, kepada seluruh pihak yang berkontribusi atas penyelenggaraan Paritrana Award ini.

Di bagian lain, Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo menerangkan, partisipan Paritrana Award 2020, diramaikan kandidat dari 34 provinsi, 124 Kabupaten/ Kota, 143 Badan Usaha Skala Besar, 157 Badan Usaha Skala Menengah, serta 34 UKM yang mewakili tiap provinsi.

Para kandidat Paritrana Award terbagi atas beberapa kategori. Yakni kategori Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta Perusahaan atau Badan Usaha mulai dari skala besar, menengah, hingga Usaha Kecil Menengah (UKM).

“Seluruh kandidat diseleksi secara berlapis mulai dari tingkat Provinsi, hingga mengerucut pada panitia seleksi Pusat dan berlanjut pada sesi wawancara. Sampai akhirnya, kami mendapatkan kandidat pemenang dari 7 Provinsi, 8 Kabupaten/ Kota, 9 Badan Usaha Skala Besar, serta 9 Badan Usaha Skala Menengah,” jelas Anggoro.

Para kandidat pemenang dikumpulkan untuk menerima apresiasi atas dukungan dan kepatuhannya. Dalam mendukung implementasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) selama tahun 2020.

Di sisi lain, Dirut BPJAMSOSTEK menegaskan, pihaknya menyambut baik dukungan Pemerintah dalam implementasi Jamsostek dan penegakan regulasi, sebagai salah satu upaya perluasan cakupan perlindungan BPJAMSOSTEK.

“BPJAMSOSTEK siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder, baik di level pusat hingga daerah. Untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarga. Semoga segala ikhtiar dan doa kita mendapat ridho Allah SWT, agar kesejahteraan pekerja dapat terwujud melalui manfaat program BPJAMSOSTEK,” ungkap Anggoro.

Sementara, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah mengingatkan, program Jamsostek ini sangat penting untuk memberikan perlindungan dan keamanan dalam bekerja. Sehingga, pekerja bisa fokus dan meningkatkan produktivitas yang berujung pada kesejahteraan.

Dia juga menyinggung terkait Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang menggunakan basis data BPJAMSOSTEK. "BSU ini jadi salah satu manfaat pekerja atau buruh menjadi peserta BPJAMSOSTEK," terangnya.

Sedangkan, Menko PMK Muhajir Effendy menegaskan, Paritrana Award ini akan terus dilakukan setiap tahunnya, karena terbukti mampu meningkatkan komitmen dari seluruh unsur Pemerintah. Mulai dari Pusat, Provinsi, hingga ke Kabupaten atau Kota serta perusahaan atau Badan Usaha dalam mendukung implementasi Jamsostek di wilayah masing-masing.

Dalam proses wawancara di hadapan dewan juri yang dipimpin Hotbonar Sinaga bersama unsur Tim Penilai, yang terdiri dari Pemerintah, Ahli Jaminan Sosial, serta Ahli Kebijakan Publik.

Proses wawancara ini merupakan salah satu rangkaian dari penilaian setelah seleksi panjang dilakukan dan merupakan seleksi tahap akhir, yang dilakukan tim penilai untuk menggali ide dan gagasan yang inovatif, terkait implementasi program jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayahnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto