logo

Tinjau Rusunawa Semanggi, Menko PMK Sebut Bangunan Tidak Layak Huni

Tinjau Rusunawa Semanggi, Menko PMK Sebut Bangunan Tidak Layak Huni

Rusunawa Semanggi Solo dinilai sudah tidak layak huni
02 September 2021 19:44 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, menilai Rusunawa Semanggi Solo sudah tidak layak huni. Hal ini dikatakan Muhadjir saat meninjau Rusunawa Semanggi bersama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Kamis (2/9/2021).

Sebelumnya ,Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka telah merencanakan untuk membangun ulang bangunan tersebut. Karena berdasarkan audit, Rusunawa yang dibangun saat Presiden Joko Widodo masih menjabat sebagai Wali Kota Solo itu, sudah tidak layak huni.

"Wong bangunan ini sudah tidak layak di huni. Sangat berbahaya karena sudah ada korosi, itukan besi-besinya sudah pada keluar. Saya dukung," ujarnya.

Kunjungan ke Rusunawa Semanggi tersebut menjadi salah satu agenda dalam kunjungan kerja Menko PMK di Kota Solo. Selain ke Rusunawa, Muhadjir juga meninjau penanganan wilayah kumuh melalui program Kotaku di RW 23 Kelurahan Mojo, meninjau lokasi daerah alokasi khusus 4 terintegrasi di Kelurahan Mojo serta meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk santri dan disabilitas.

Terkait kunjungannya di daerah kumuh, Menko PMK mengatakan kawasan tersebut menjadi salah satu contoh penanganan wilayah kumuh perkotaan yang bagus.

"Jadi nanti Wali Kota akan terus melanjutkan relokasi dan tempat itu akan dibuat menjadi jalur hijau. Dan rumah-rumahnya akan dibangun yang layak huni, selesainya tahun depan," jelasnya lagi.

Sementara itu salah satu warga Rusunawa, Narto yang juga Ketua RT 06 RW 02 Rusunawa Semanggi, Kelurahan Mojo mengatakan pihaknya berharap segera ada keputusan.

"Dari warga memang sudah menunggu banget, keputusannya kapan dan bagaimana realisasinya. Juga tentang konpensasi sewa yang dijanjikan itu juga sudah kami tunggu-tunggu, cuma beliau bilang masih dibicarakan lagi nanti akan ada pertemuan lagi," ujarnya.

Pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot ) Solo untuk segera memberikan kepastian kapan bangunan akan dirobohkan dan berapa kompensasi yang diberikan.

"Karena kami juga butuh waktu beres-beres dan mencari tempat tinggal baru sementara. Setelah survei-survei harga sewa rumah paling murah Rp7 juta pertahun," ujarnya.

Sedangkan tinggal di rusunawa hanya membayar Rp350.000 per bulan. Sudah termasuk listrik, dan kamar. ***

Editor : Pudja Rukmana