logo

MSI Tak Lelah Peduli Meski Pandemi: Kini Angkat Komunitas Seni Bali

MSI Tak Lelah Peduli Meski Pandemi: Kini Angkat Komunitas Seni Bali

KITA Art Community Bali yang berada di Kabupaten Gianyar, salah satu komunitas seni pertunjukan yang terhenti kegiatannya sebagai dampak pandemi mendapatkan dukungan moral dan materiil oleh Mitra Seni Indonesia (MSI) Ist
28 Agustus 2021 12:33 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - GIANYAR: KITA Art Community Bali yang berada di Kabupaten Gianyar yang terhenti kegiatannya sebagai dampak Pandemi Covid-19, mendapatkan dukungan dari Mitra Seni Indonesia (MSI) sehingga dapat memulai kembali berkegiatan seni.

Ketua Umum MSI, Sari Ramdani mengatakan bahwa sumbangsih dari Pengurus, Anggota dan simpatisan MSI ini diharapkan menjadi oase bagi para pekerja seni di sejumlah daerah Nusantara untuk tetap bersemangat dan tak terhenti kreativitas berkesenian mereka dalam memberikan penghiburan dan kebahagiaan kepada publik lewat pementasan seni sekali pun secara virtual karena pagebluk Korona belum memungkinkan untuk berkumpulnya banyak orang sesuai ketentuan protokol kesehatan (Prokes).

Dari hasil Pagelaran Amal Ludruk Mitra Seni Indonesia Tahun 2020 lalu, ungkap Sari Ramdani, telah disalurkan dana kepada para Pelaku Seni dan Kelompok Seni Pertunjukan yang terhenti kegiatannya sebagai dampak pandemi, yaitu sudah dirasakan kemanfaatannya oleh Sanggar Teater Mak Yong Riau, Ketoprak Tobong Kelana Bakti Budaya Sleman, KITA Art Community Bali di Gianyar, Ludruk Irama Budaya Surabaya dan Sanggar Astari Bangka Belitung.

Lebih lanjut Sari menjelaskan bahwa dalam rangka merayakan HUT MSI ke 14 dan HUT Republik Indonesia ke 76v tahun, telah dipilih Pagelaran Seni Tari Tradisional Bali dari KITA Art Community Bali ini untuk melakukan pagelaran dan pementasan karya seni mereka kepada masyarakat tanah air.

Menurut Hesti Indah Kresnarini selaku Ketua Panitia Penyelenggara, pagelaran seni ini dikemas sebagai Pagelaran Amal, dan sejalan dengan Tema HUT MSI ke 14, dengan mengambil tema "Mari Kita Kobarkan Semangat Berbagi Untuk Tetap Menghidupkan Seni Pertunjukan Tradisional di Indonesia".

Tentu harapannya dengan Pagelaran Amal ini MSI dapat selalu mendukung Para Seniman maupun Kelompok Seni Pertunjukan Tradisional yang mati suri kembali bersemangat dan bangkit karena pekerja seni Indonesia adalah tangguh dalam menghadapi setiap kesulitan yang menghadang mereka.

Pagelaran Amal Seni Tari Tradisional Bali karya Ketut Widi Putra ini dikemas secara apik dan menarik dengan menampilkan tari tradisional dan juga tari pengembangan baru, yaitu :

Tari Barong 

Barong sendiri adalah salah satu mitologi kebudayaan Bali yang sangat terkenal di kalangan masyarakat lokal juga internasional. Barong diilustrasikan dalam bentuk percampuran antara singa dan macan, sebagai pemimpin hutan. Masyarakat Bali memercayai Barong sebagai simbol kebajikan, ‘the good spirit’ atau energi yang melindungi dan menjaga kedamaian di alam semesta.

Dalam cerita ini, Barong tidak hanya sendirian. Dia memiliki sahabat baik yaitu seorang monyet yang lucu dan gemar bercanda. Hubungan baik antara Barong dan monyet ini mengajarkan tentang ‘unity in diversity’, yang memiliki makna bahwa sesama makhluk hidup bisa hidup harmonis walaupun dalam perbedaan.

Tari Jauk

Sementara Tari Jauk menceritakan kisah tentang seorang raja yang sedang berkelana. Gerakan-gerakan dalam tari ini menampilkan unsur kewibawaan, ketegasan juga kelembutan, karena sebagai raja, seorang pemimpin harus mampu melindungi rakyatnya dengan bersikap beringas atau tangguh untuk menakuti musuh, namun berlaku lemah lembut agar dihormati rakyatnya. .

Tari Legong

Tari Legong pada mulanya merupakan salah satu tarian yang disakralkan, hanya dipentaskan di hari tertentu dan di areal pura atau istana kerajaan. Tari ini adalah simbolisasi dari ucapan rasa syukur masyarakat Bali terhadap para leluhur, atas segala berkah yang telah diberikan.

Seiring dengan berjalannya waktu, Tari Legong dikembangkan lagi oleh banyak seniman Bali sehingga saat ini, ada banyak jenis Tari Legong. Tari Legong yang ditampilkan ini adalah Tari Legong yang biasa digunakan sebagai penyambutan untuk tamu.

Tari Kembalikan Baliku

Kembali Baliku merupakan sebuah garapan tarian yang memadukan aspek tradisional dan modern dalam gerakan, musik dan kostumnya. Tarian ini menceritakan sebuah rasa kecintaan akan budaya walaupun dalam era globalisasi ini, yang tidak mengurangi makna dari filsafat Tri Hita Karana yaitu konsep hubungan manusia, Tuhan, dan alam.

Pagelaran Amal ini hasil kolaborasi dari Mitra Seni Indonesia dengan KITA Art Community Gianyar, Bali yang didukung oleh Dekranasda Gianyar.

Pagelaran ini akan ditayangkan secara live streaming di youtube Mitra Seni Indonesia https://tinyuri.com/channelMSI tanggal 29 Agustus 2021 pukul 19.00 WIB. Tayangan ini dapat diakses untuk umum, sekaligus menonton sambil beramal.

Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Adnyani Mahayastra, menyampaikan apresiasi tinggi dan terima kasihnya kepada Mitra Seni Indonesia, yang selalu berupaya melestarikan dan mengembangkan Seni dan Budaya Indonesia, seperti dukungan yang telah diberikan kepada KITA Art Community Gianyar, Bali.

Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar inipun berharap, agar masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda lebih mengenal dan mencintai seni budaya Bali.

"Mudah-mudahan segala upaya yang telah dilakukan MSI dapat bermanfaat dalam melestarikan dan menghidupkan kembali aktifitas Pertunjukan Seni Budaya Tradisional di Indonesia, sejalan dengan visi dan misi MSI," ucapnya.

#cintaseniindonesia #banggakaryaanakbangsa #nontonbarengmsi #kobarkansemangatberbagi #dirgahayumsike14 #dirgahayunkrike76.***