logo

Tumurun Private Museum Akan Pamerkan Karya S Sudjojono Secara Virtual

Tumurun Private Museum Akan Pamerkan Karya S Sudjojono Secara Virtual

Lukisan Sultan Agung karya S Sudjojono yang akan dipamerkan secara virtual oleh Tumurun Private Museum Solo
27 Agustus 2021 23:59 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Tumurun Private Museum di Kota Solo, Jawa Tengah akan menggelar pameran lukisan karya S.Sudjojono secara virtual. Bekerjasama dengan S.Sudjojono Center, museum milik pribadi tersebut akan memamerkan pameran seni rupa, berjudul Mukti Negeriku! Perjuangan Sultan Agung Melalui Goresan S.Sudjojono, yang akan berlangsung selama enam bulan mulai dari 28 Agustus 2021- 28 Februari 2022.

Pameran ini menampilkan salah satu reproduksi mahakarya S. Sudjojono yaitu, lukisan “Pertempuran Antara Sultan Agung dan JP Coen” yang dibuat Sudjojono tahun 1973 dan selesai tahun 1974. Serta 38 sketsa yang dibuat Sudjojono dalam mempersiapkan pembuatan lukisan yang menjadi masterpiece karya S Sudjojono itu.

"Dalam pameran ini kami memberikan edukasi dan pemahaman tentang dua sosok yang luar biasa. Yakni Sultan Agung yang merupakan Raja Kasultanan Mataram serta sosok seniman besar S Sudjojono," jelas Pemilik Tumurun Private Museum, Iwan Lukminto, dalam konferensi pers secara daring, Jumat (27/8/2021).

Pameran lukisan Sultan Agung dan 38 sketsa karya Sudjojono tersebut diselenggarakan secara virtual. Mengingat saat ini masih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

"Kota Solo juga masih level 4 sehingga belum diijinkan museum buka sscara umum. Melalui pameran ini maka bisa diakses secara vietual. Kedepan jika dimungkinkan museum dibuka maka akan terbuka oleh publik," jelasnya lagi

Pengunjung juga tidak akan dipungut biaya hanya perlu registrasi online untuk membatasi jumlah pengunjung. Melalui pameran tersebut diharapjan bisa memberikan wawasan dan edukasi serta informasi kepada masyarakat.

Tidak hanya tentang sosok Sultan Agung tapi juga tentang seni rupa Indonesia. Maya Sudjojono dari S Sudjojono Center menambahkan pihaknya sangat mengapreasi apa yang dilakukan Tumurun Private Museum yang menggelar pameran lukisan karya S Sudjojono tersebut.

"Awalnya saya diundang Pak Iwan ke Tumurun Museum dan setelah obrolan panjang akhirnya muncul ide membuat pameran virtual lukisan Sultan Agung karya Sudjojono," kata Maya yang juga anak dari S Sudjojono itu.

Menurut Maya, lukisan Sultan Agung dibuat dengan sangat detail dan melalui riset yang panjang. Riset tentang Sultan Agung dan pertempuran melawan JP Coen tersebut dilakukan di Solo, Yogyakarta dan Belanda.

"Data histori dituangkan dalam 38 skesta dan catatan. Sudjojono sangat serius dalam menbuat karya karena melalui riset dan sketsa dan itu bagian penting dalam mengejawantahkan imajinasi dalam lukisan," katanya lagi.

Kurator lukisan, Santi Saptari menjelaskan pameran tersebut dibagi dalam beberapa panel. Yakni dimulai dari sosok Sudjojono sebagai seorang pelukis sekaligus pemikir yang menbangun seni rupa modern. Selanjutnya diperlihatkan sisi pribadi daei Sudjojono.

"Selanjutnya tentang Sultan Agung penguasa Mataram. Dilanjutkan dengan proses pembuatan lukisan dengan sketsa-sketsa dan catatan-catatannya," ujarnya.

Masyarakat yang ingin menyaksikan pameran lukisan tersebut bisa melakukan registrasi terlebih dahulu melalui https://linktr.ee/TumurunPrivateMuseum. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto