logo

PDIP Anugerahi Ganjar Sebagai Spesial Trisakti Tourism Award 2021

PDIP Anugerahi Ganjar Sebagai Spesial Trisakti Tourism Award 2021

Ganjar saat menerima anugerah Trisakti Tourism Award. (Istimewa)
27 Agustus 2021 11:29 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - JAKARTA: DPP PDIP memberikan anugerah spesial kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sebagai Kepala Daerah yang bekerja keras luar biasa di bidang pariwisata.

Penghargaan diserahkan dalam Trisakti Tourism Award 2021, yang merupakan ajang bergengsi perlombaan pariwisata yang digelar DPP PDI Perjuangan. Sejumlah destinasi wisata di Jawa Tengah juga keluar sebagai pemenang dalam ajang yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (26/8/2021).

Sebanyak 242 daerah mengikuti ajang ini. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendapatkan penghargaan sebagai kepala daerah yang memiliki effort luar biasa di bidang pariwisata. Sedang dua daerah wisata di Jateng, yakni Karimunjawa dan Taman Nasional Merapi-Merbabu turut mengantarkan Ganjar sebagai pemenang.

"Untuk kategori Kepala Daerah yang memiliki effort luar biasa di bidang pariwisata. Penghargaan diberikan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dengan destinasi wisata andalan Karimunjawa dan Taman Nasional Merapi-Merbabu," kata MC dalam acara tersebut.

Ganjar yang hadir, langsung maju untuk menerima penghargaan. Mengenakan pakaian adat Jawa, ia menerima penghargaan yang diserahkan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

Selain Ganjar, sejumlah kepala daerah lain juga mendapat penghargaan. Seperti Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabagalet, Wagub Sulawesi Tenggara Lukman Abunawas, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Sejumlah penghargaan juga disabet Desa Wisata di Jawa Tengah. Dari semua kategori yang dilombakan, Desa Wisata di Jateng masuk sebagai pemenang. Adapun kategori Desa Wisata kreatif, juara pertama diraih Desa Wisata Wanurejo Kabupaten Magelang.

Untuk kategori Desa Wisata pilihan netijen, juara pertama diraih Desa Wisata Sumber Jatipohon Grobogan. Untuk kategori Desa Wisata budaya, dua Desa Wisata Jateng mendapat juara. Yakni Kampung Wisata Budaya Baluwarti Solo menyabet juara 3 dan Desa Wisata Kaligentong Boyolali sebagai juara harapan ketiga.

Untuk kategori desa wisata alam, Desa Wisata Kandri Kota Semarang menyabet juara harapan tiga. Dan untuk kategori Desa Wisata kuliner, Desa Wisata Kampung Jawi Semarang menyabet juara pertama. Selain itu, ada pula Desa Wisata Gerduren Banyumas sebagai juara harapan ketiga dalam kategori yang sama.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut penghargaan ini dipersembahkan untuk insan pariwisata di Jawa Tengah. Ia berharap, penghargaan dapat memacu semangat para pelaku pariwisata Jateng khususnya di desa-desa untuk terus berkreasi dan berinovasi.

"Penghargaan ini untuk insan pariwisata di Jawa Tengah. Semoga menjadi penyemangat untuk kita semua," ucapnya.

Ganjar mengatakan, pengembangan Desa Wisata di Jawa Tengah memang sedang digenjot. Banyak Desa Wisata di Jateng yang telah tumbuh dan menjadi percontohan nasional.

"Kami bahkan sudah buatkan Perda Khusus Desa Wisata. Selain itu, setiap ada Desa Wisata unggulan, kami memberikan uang pembinaan masing-masing Rp1 miliar," ucapnya.

Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarno Putri, mengatakan ajang Trisakti Tourism Award 2021 kali ini sengaja mengambil tema Desa Wisata. Tujuannya untuk melihat bagaimana perkembangan di desa.

"Kenapa saya minta acara ini, tujuannya justru untuk melihat bagaimana kegiatan di desa. Karena saya melihat, perkembangan kampung, desa, dusun itu seringkali terlewati oleh kita," katanya.

Desa, lanjut Megawati, kini menjadi perhatian pemerintah pusat. Dana desa sudah digelontorkan cukup besar, sehingga harus dilihat efektivitas dari dana desa itu. Megawati meminta semua kepala daerah mengoptimalkan seluruh potensi yang ada, termasuk pariwisata. Namun ia berpesan, pengelolaan pariwisata tidak boleh sembarangan.

"Pariwisata silakan dikelola, tapi jangan merusak. Dan sebenarnya yang harus mengelola adalah masyarakat. Saya bukan anti pengusaha, tapi kalau bisa rakyatnya dulu yang digerakkan, itu lebih baik," pungkas Megawati.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto