logo

Buka Store Baru, Atmos Rilis Sneaker Milenial dengan Culture Indonesia

Buka Store Baru, Atmos Rilis Sneaker Milenial dengan Culture Indonesia

18 Agustus 2021 18:33 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sejak pandemi dan adanya aturan ppkm berlangsung hingga kini, Atmos melayani masyarakat dengan cara online. 

Kini ppkm longgar, Atmos yang menyediakan berbagai sneaker dengan macam produk terkemuka kembali melayani penggemar sneaker secara langsung dengan membuka cabang baru di Plaza Senayan, Jakarta.

Sehubungan dengan peningkatan permintaan sepatu dan apparel performance, Atmos Plaza Senayan lebih banyak menyediakan produk special dari brand-brand (On Running, Solomon, Hoka, Nike ACG, Adidas) untuk memenuhi kebutuhan ini. 

Dengan menghadirkan konsep desain Infinite Glass stock room dari unsur Indonesia dan Jepang, seperti penggunaan material lokal (natural Rattan) dan elemen bonsai garden. Selain itu adanya art instalation dari Uji Hahan diharapkan dapat menunjang akselerasi sneaker culture menjadi lebih unik dan menarik. 

Instalasi karya seniman asli dari Kebumen, Jawa Tengah dan tinggal di Yogyakarta bernama Uji Handoko Eko Saputro alias Hahan di store Atmos kali ini terdiri dari dua karya. Pertama, ring basket berjudul Only Shooting Blue Chip Artist, lapangan dan bola basket yang berjudul Theorem #1-15. Keduanya merupakan bagian dari pameran tunggal Uji Hahan di tahun 2018, Wall Street Gymnastics.

"Disini kami mengutamakan komitmen Atmos adalah mengembangkan sneaker culture dan lifestyle brands, yang juga
berusaha mendukung brand-brand pelaku industri kreatif Indonesia, dengan cakupan online and ofline," kata Marcel Lukman selaku President Director Atmos Indonesia ditemui saat pembukaan store Atmos di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (18/8/2021).

Atmos tambah Marcel Lukman, bukan hanya toko ofline. Lewat atmos.co.id masyarakat di seluruh Indonesia bisa menjangkau Atmos.

"Kami memberikan experience yang kami sebut sebagai 020 (online to offline). Maka tujuan kami membuka toko Plaza Senayan sesudah Plaza Indonesia adalah untuk membuat sneaker culture experience dalam sebuah kesinambungan online dan ofline," papar Marcel.

Selanjutnya Marcel menjelaskan bahwa Atmos selalu berupaya untuk memberikan sumbangsih dalam mengembangkan sneaker culture dan street culture di Indonesia yang tak bisa ditemui ditempat lain termasuk sneakernya.

"Kami tidak hanya bekerjasama dengan berbagai brand dan retail yang sudah ada, tetapi juga dengan seniman lokal. Kali ini Atmos berkolaborasi dengan Hahan," lanjut Marcel.

Hahan sendiri adalah seniman asal Yogyakarta, yang dikenal mampu menyampaikan pesan sosial dengan cara yang ringan, seolah memberikan hiburan. 

"Bagi saya Atmos cukup penting di movement sneaker dan street culture, dua elemen penting dalam membangun selera dan bahasa visual yang saya kerjakan selama ini," ujar Hahan.

"Saya merasa ada kesamaan semangat dan kultur dari Atmos dengan karakter visual dari karya saya, sehingga kolaborasi ini menjadi semacam tribute bagi budaya yang telah berpengaruh bagi praktik artistik saya. Namun, meskipun karya ini sudah tercipta sejak tahun 2018, saya harus menyesuaikan kembali cara display dan juga komposisi karyanya, supaya sesuai dengan konteks ruang di mana karya ini dipamerkan. Untuk penyesuaian teIsebut kira-kira prosesnya satu bulan," jelas Hahan.

Walaupun atmos adalah international brand, tapi kami mencintai dan amat mendukung brand-brand serta pelaku industri kreatif Indonesia. Kami selalu berusaha untuk memasukan elemen dan unsur-unsur Indonesia dalam desain dan aktivitas yang kami buat," jelas Marcel.

Atmos di Indonesia telah memiliki penggemar tersendiri. Sneakerhead selalu menunggu-nunggu koleksi-koleksi terbaru dari toko retail sneakers dan streetwear ternama asal Jepang yang berbasis di Tokyo ini. Atmos selalu dicari para penggemar sneakers, terutama rare sneakers.

Atmos adalah gabungan athleisure dan outdoor lifestyle. Sneakers memang telah menjadi ikon fashion baru, tidak hanya untuk statement penampilan, tetapi juga sebagai benda berharga untuk dikoleksi. 

Perkembangan fenomena ini menjadi latar belakang Atmos, yang didirikan oleh Hidefumi Hommyo. Bisnis ini dimulai sebagai toko retail kecil di jalan Ura-Harajuku di Tokyo. Seiring dengan perkembangan gaya hidup, Atmos memperluas cakupannya dengan membuka toko di Tokyo, Osaka, New York City, dan Seoul. Dilanjutkan, pada tahun 2018, Atmos membuka internasional flagship store di kawasan Asia Tenggara di kota Bangkok, Thailand.***