logo

Situs Setkab Diretas, Ada Motif Politik-kah?

Situs Setkab Diretas, Ada Motif Politik-kah?

02 Agustus 2021 21:43 WIB

SuaraKarya.id - Oleh Pudja Rukmana

Hingga kini masih belum jelas apakah ada motif di balik peretasan Setkab go.id, situs resmi pemerintah. Sejak diretas, pihak Sekretariat Kabinet (Setkab)  langsung melakukan takedown (penutupan) untuk sementara waktu hingga tak ayal sempat menimbulkan spekulasi tertentu.

"Kami akan segera kembali! Mohon maaf untuk ketidaknyamanannya, saat ini kami sedang melakukan update sistem," demikian bunyi pernyataan resmi Setkab di www.setkab.go id.

Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono membenarkan bahwa situs Setkab telah diretas oleh oknum. “Iya dihack oleh orang,” ujar Heru kepada media, Sabtu (31/07/2021).

Situs setkab.go.id sendiri menjadi wadah untuk menginformasikan kegiatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM). Situs ini juga biasa meng-upload video pidato-pidato Presiden Jokowi, peraturan perundangan, keputusan-keputusan dan kebijakan-kebijakan update pemerintah. 

Tak heran, situs ini seringkali menjadi salah satu sumber pemberitaan yang  banyak diakses media. Di tengah pandemi, banyak awak media yang harus bekerja dari rumah atau kantor, menggali sumber pemberitaan dari situs-situs resmi pemerintah dan lewat medsos seperti Twitter, Facebook dan Instagram. Salah satunya lewat situs resmi Setkab. 

Kalau web resmi pemerintah tersebut diretas, praktis Presiden Jokowi cq pemerintah dalam menginformasikan kegiatan-kegiatan dan kebijakan-kebijakannya bisa terhambat. Jadi, sebenarnya Presiden Jokowi dan pemerintah-lah yang sangat dirugikan dengan peretasan situs ini. 

Pertanyaannya, mengapa dan siapa yang ingin mengganggu-ganggu aktivitas pemerintah Jokowi? Ada motif politik apakah?

Situs resmi Setkab diretas sekitar pukul 09.00 WIB pada Sabtu (31/07/2021). Tampilan situs menjadi bergambar foto Lutfi 'pembawa bendera' dengan teks di bawahnya. Namun,  tampilan yang dipasang 'hacker' tersebut tidak tampak lagi di www.setkab.go.id karena situs web ini telah di-takedown pihak Setkab sendiri.

Pihak Setkab langsung menutup sementara situsnya pada Sabtu (31/07/2021) pukul 09.45 WIB. Meski pada siang hari pukul 14.10 WIB, situs berhasil dipulihkan namun Setkab masih men-takedown situs webnya hingga sekarang. 

Yang jelas, buntut dari peretasan tersebut, hacker akan dilaporkan ke polisi. Pihak Istana akan menyerahkan kasus ini ke aparat kepolisian yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. 

Ketika diretas, situs setkab.go.id menampilkan foto seorang demonstran yang tengah memegang Bendera Merah Putih.

Foto itu diketahui berasal dari aksi demonstrasi di Gedung DPR pada 2019 silam. Demonstran yang terfoto adalah seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SNA) yang tampak memegang bendera Merah Putih di tengah lontaran gas air mata.

Berdasarkan pencarian di Google, tak ada opsi untuk memilih laman lain dalam tampilan web Setkab yang diretas. Di bawah foto, tertulis bahwa ia diretas oleh Zyy Ft Lutfifake, Padang Blackhat.

Peretas menuliskan narasi bahwa kekacauan tengah terjadi dan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Tampaknya hal ini merujuk pada kebijakan pemerintah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan mengharuskan warga tinggal di rumah hingga diasumsikan masyarakat stres dan depresi.

Peretas juga mempertanyakan masalah keadilan di Negara Pancasila. 

Berikut pernyataan lengkap peretas dalam situs Sekretariat Kabinet di setkab.go.id:

“Kekacauan Dimana-mana, Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja. Rakyat Harus Dirumah Tanpa Ada Dispensasi Dan Kompensasi Apapun Yang Membuat Rakyat Indonesia Merasa Stress Dan Depresi. Penguasa menikmati Dunia nya sendiri Dengan Gaji Yang Mengalir Tiap Hari. Di mana Keadilan Di Negara Ini. Pancasila,” tulis peretas tersebut.

Dua Kali Diretas

Sebenarnya bukan kali ini saja situs yang beralamat di www. setkab.go.id ini diretas. Situs Setkab pernah diretas 'hacker China', enam tahun silam, tepatnya pada 25 Desember 2015.

Waktu itu, situs Setkab diretas dengan tampilan gambar tengkorak dan memperdengarkan musik disko. Situs ini pun menjadi tidak bisa diakses pada sore hari itu. 

Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam keterangan tertulisnya, 24 Desember 2015 mengatakan, dari hasil analisis internal Setkab, peretasan diduga kuat dilakukan melalui Plugin CMS (Content Management System). Salah satu teknik yang digunakan adalah dengan melakukan eksploitasi terhadap plugin CMS tersebut.

Situs Setkab bisa dipulihkan pada hari yang sama, tepatnya pukul 18.45 WIB. Dan, dari hasil pengusutan empat hari kemudian terungkap peretasnya berasal dari China. Entah benar dari China atau tidak, yang jelas sang hacker menggunakan internet protocol (IP) dari China.

Adapun motif hacker ber-IP dari China itu adalah untuk kepentingan pribadi. Tidak ada motif politik di balik peretasan situs Setkab pada akhir tahun 2015.

Sejak itu, pihak Setkab kemudian meningkatkan sistem keamanan situsnya. Hal ini juga dilakukan di situs-situs milik pemerintah lainnya. Internal instansi pemerintah, termasuk Setkab pun sengaja meningkatkan proteksi ataupun juga barier situsnya agar tidak gampang dimasuki hacker

Lantas, bagaimana mungkin, meski sudah ditingkatkan keamanannya kok masih bisa diretas hacker

Namanya juga hacker, sudah pasti ia akan terus mencari celah kelemahan situs tertentu yang bisa dijadikan sasaran untuk diretas! ***

Pudja Rukmana, wartawan suarakarya.id, wartawan utama UKG Dewan Pers. 

Editor : Pudja Rukmana