logo

Panggung "Tamba Teka Lara Lunga" Dari Mahasiswa Untuk Pasien Covid-19

Panggung

Salah satu aksi panggung mahasiswa Semarang. (Istimewa)
02 Agustus 2021 16:56 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Kelompok mahasiswa dari 4 kampus ternama di Kota Semarang menggelar panggung seni bertajuk "Tamba Teka Lara Lunga" (obat datang penyakit hilang) yang dihelat di tempat isolasi terpusat BPSDMD Jawa Tengah, Senin (2/8/2021).

Tujuan mereka berkesenian adalah untuk menghibur para pasien Covid-19. Sebab para mahasiswa ini meyakini, hiburan yang mereka suguhkan bakal mampu meningkatkan imun tubuh dan mempercepat kesembuhan pasien.

Sebuah panggung pun di tata apik di halaman, tempat para pasien biasa berkumpul untuk senam pagi. Panggung tersebut diinisiasi para mahasiswa dari 4 kampus besar di Kota Semarang, khusus untuk menghibur para pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi.

Secara bergilir, mahasiswa dari Grup Keroncong Angon Mbulan UIN Walisongo, Mahesa Band (UIN Walisongo), Teater Gema Universitas PGRI Semarang dan Teater Emka Universitas Diponegoro saling unjuk kebolehan. Ada yang bermain musik akustik, keroncongan, baca puisi, bahkan lawak.

Para pasien yang sedang berjemur di depan gedung isolasi, tampak hanyut oleh penampilan para mahasiswa di panggung bertajuk "Tamba Teka Lara Lunga" tersebut. Suasana semakin gayeng tatkala penampilan dari kelompok UKM Campursari Krida Laras Universitas Negeri Semarang, jadi pengiring pedangdut asal Semarang, Ressa Lawangsewu.

Hampir semua pasien isolasi di BPSDMD Jateng terlena dalam tembang-tembang yang dibawakan Ressa. Diantaranya Banyu Langit dan Dalan Liyane. Ada juga lagu yang dibawakan berdasarkan request pasien. Bukan hanya pasien, para nakes pun juga turut terhibur.

"Asyik joget bareng biar cepet sehat ya bapak ibu," ujar Resa.

Mahasiswa Uin Walisongo, Amirul Mukminin, mengatakan kehadirannya bersama teman-temannya karena tergerak seruan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, agar mahasiswa ikut berkontribusi langsung dalam penanganan pandemi. Untuk itu ia bersama teman-temannya ikut turun dengan menghibur pasien sesuai jalur kesenian yang selama ini digelutinya.

"Untuk itu kami ingin menghibur dan mendukung semuanya agar tetap berpikir positif, semuanya sehat," ujar Amirul.

Begitu pula Salsa, perwakilan mahasiswa Unnes ini mengaku senang bisa hadir dan menghibur para pasien yang sedang menjalani isolasi. Dia berharap, kehadirannya memberikan semangat agar imun para pasien meningkat.

"Rasanya senang. Terus kita merasakan bahwa kalau sehat itu mahal harganya karena yang di sana juga berjuang untuk sembuh kembali biar bisa beraktivitas seperti biasa. Semoga sehat selalu, dan bisa melakukan aktivitas lagi," ujarnya.

Perwakilan dari Teater Gema Upgris, Baskoro, bertutur senada. Kehadirannya di BPSDMD Jateng juga mengikuti seruan Gubernur Jateng agar mahasiswa turut andil dalam penanganan Pandemi.

"Kami bisa menghibur dan juga bermusikalisasi puisi, jadi kita ikut andilnya di bidang kesenian," ujar Baskoro.

Sementara itu Resa Lawangsewu mengatakan, dirinya langsung menyatakan ikut serta ketika dikontak mahasiswa Unnes untuk berkolaborasi. "Ini pengalaman luar biasa. Baru pertama tampil langsung di depan para pasien yang benar-benar dinyatakan positif," ujar Resa usai manggung.

Selain misi kemanusiaan, ia sendiri mengaku sangat rindu pentas di panggung musik. "Jujur saja saya kangen manggung outdoor seperti ini. Saya ingin menghibur mereka supaya tetap semangat dan bahagia," pungkasnya.***

Editor : Markon Piliang