logo

Percepat Herd Immunity, BPJAMSOSTEK Dukung Vaksinasi Untuk Pekerja

 Percepat Herd Immunity, BPJAMSOSTEK Dukung Vaksinasi Untuk Pekerja

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa didampingi Depdir BPJAMSOSTEK Jatim, Deny Yusyulian saat meninjau pelaksanaan vaksinasi.
24 Juli 2021 13:33 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SIDOARJO: BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) mendukung program vaksinasi yang dilakukan Pemprov Jatim untuk para pekerja dan masyarakat dalam rangka percepatan pembentukkan herd immunity, sebagai upaya menanggulangi penyebaran Covid-19 di Indonesia. Salah satunya adalah program vaksinasi untuk 10 ribu pekerja dan masyarakat yag digelar di PT Integra Indocabinet Tbk yang berlangsung mulai hari ini hingga 27 Juli mendatang.

Menurut Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jawa Timur, Deny Yusyulian, untuk mempercepat pembentukan herd immunity, sebanyak 70 persen penduduk Indonesia harus sudah mendapatkan vaksin. "Oleh karena itu saya mengimbau kepada seluruh peserta BPJAMSOSTEK, untuk memanfaatkan fasilitas vaksin gratis ini. Agar herd immunity dapat segera terbentuk sehingga perekonomian nasional bisa segera bangkit,” ujarnya di PT Integra Indocabinet Sidoarjo, Sabtu (24/7/2021).

Dia menjelaskan bahwa, untuk menjaga kesinambungan perekonomian di tengah pandemi, para pekerja harus mendapatkan perlindungan dari risiko terpapar virus Covid-19. Pekerja harus mendapatkan prioritas vaksinasi, karena perekonomian digerakkan oleh pekerja.

Para pekerja, kata dia,  melakukan aktivitas produktif yang menciptakan nilai tambah atau output di perekonomian. Pihaknya berharap, dengan semakin banyak masyarakat pekerja yang mendapatkan vaksin, angka penyebaran Covid-19 bisa ditekan yang pada gilirannya akan menjadikan produktivitas pekerja bisa kembali normal, dan ekonomi nasional bisa segera pulih.

Sementara, progam vaksinasi gratis di PT Integra ini akan diberikan kepada 7.500 pekerja dan 2.500 masyarakat umum, yang pelaksanaannya akan digelar selama 4 hari ke depan. Selanjutnya, pihaknya juga akan memberi dukungan serupa pada program vaksinasi gratis berikutnya di PT Maspion yang rencananya akan memvaksin 10 ribu pekerja.

Selain itu, pihaknya juag akan bekerjama dengan Dinas Kesehatan untuk membantu mensukseskan program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum. "Ini salah satu upaya bagaimana BPJS Ketenegakerjaan bisa membantu perlindungan, membangun herd immunity masyarakat," ujarnya.

Dia mengakui, pandemi Covid-19 ini telah berimbas pada kehidupan masyarakat pekerja. Dia kemudian menyebutkan tentang program jaminan hari tua (JHT) yang sudah dibayarkan hingga periode Juni saja sudah mencapai Rp1,8 triliun.  Sedangkan klaim jaminan kematian yang sudah terbayar mencapai Rp900 miliar.

Sementara, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan vaksinasi tersebut menyatakan bahwa sinergitas yang dilakuan dengan berbagai pihak, menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah masyarakat tertinggi yang sudah menjalani vaksinasi. "Sejak program vaksinasi pertama tanggal 14 Januari lalu, kami selalu  menjadi yang provinsi tertinggi jumlah penduduknya yang sudah divaksin di Indonesia," ujarnya.

Hingga saat ini pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kementerian Kesehatan terkait ketersediaan stok vaksin untuk Jawa Timur. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai kalangan, sehingga tiap kali stok vaksin dari kementerian kesehatan datang, bisa langsung disuntikkan ke masyarakat.

Pihaknya berharap, para pekerja yang sudah divaksin itu untuk tidak lengah. Mereka harus tetap menjalankan kebiasaan 5M seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak/menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas/bepergian kecuali untuk keperluan sangat mendesak/urgen.***

Editor : Markon Piliang