logo

Gara-gara Diamkan Pencurian Emas, Mungkin Dijatuhi Sanksi

Gara-gara Diamkan Pencurian Emas, Mungkin Dijatuhi Sanksi

emas batangan
23 Juli 2021 18:02 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Gara-gara tidak melaporkan adanya kasus pencurian emas seberat 1,9 kilogram oleh pegawai KPK, I Gede Ary Suryanthara, Plt Direktur Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) KPK Mungki Hadipratikto dijatuhi sanksi ringan oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kedua pelanggaran terbukti. Dan untuk itu kepada saudara terperiksa yaitu saudara Mungki dijatuhi sanksi ringan berupa teguran tertulis II dengan masa berlaku hukuman selama enam  bulan," kata anggota Dewas KPK, Albertina Ho, Jumat (23/7/2021).

Mungki Hadipratikto  terbukti bersalah lantaran mengetahui adanya dugaan pelanggaran kode etik di KPK. Tetapi tidak melaporkan hal tersebut hingga melanggar Pasal 4 ayat 1 huruf e. Mungki juga melanggar Pasal 7 ayat 1 huruf a, yakni tidak bekerja sesuai SOP KPK yaitu nilai dasar profesionalisme. Dewas memeriksa 3 saksi dalam perkara tersebut.

Dewas KPK mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terperiksa. Hal yang memberatkan adalah Mungki sebagai Plt Direktur Labuksi seharusnya menjadi contoh dalam pelaksanaan SOP, namun terperiksa malah melakukan sebaliknya.  Selain itu terperiksa tidak melaporkan dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku yang dilakukan oleh insan komisi yang berada di unit kerja yang menjadi tanggung jawab terperiksa.

Sedangkan hal yang meringankan adalah terperiksa mengakui terus terang perbuatannya dan menyesal serta terperiksa belum pernah dijatuhi sanksi etik. Mungki juga mengetahui perbuatan yang dilakukan oleh I Gede Ary Suryanthara (IGAS), yaitu mengambil barang bukti emas batangan dalam perkara Yaya Purnomo seberat 1,9 kilogram.

Dewas KPK sebelumnya telah memecat IGAS secara tidak hormat karena mencuri emas batangan 1,9 kilogram untuk membayar utang dan berbisnis forex.  IGAS yang merupakan anggota Satgas di Direktorat Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) KPK telah divonis dan dipecat tidak hormat pada Kamis, 8 April 2021. Selanjutnya dilaporkan lagi ke polisi kasus pencurian tersebut.***

 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto