logo

M Zein, Belum Berpulang

M Zein, Belum Berpulang

21 Juli 2021 16:24 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: M Nigara


BELUM Nig, begitu tulis Ucok Marisi, mantan Direktur Penindakan, Bea dan Cukai yang meneruskan penjelasan putra Muhammad Zein. Ucok yang juga mantan karateka nasional itu, sangat dekat dengan M. Zein karena sama-sama di BC dan sama-sama pula pernah menjadi motor penggerak keolahragaan di sana. 

Begini bunyi WA-nya:  [21/7 12.59] Ucok Marisi AMURA: _Kepada Yth,
Bapak dan Ibu PPBC Family,
saya ingin menginfokan terkait Bang_ _Muhammad Zein, Informasi yg saya terima tadi malam dan pagi ini dari anaknya bahwa Bang Zein belum meninggal ttp kondisinya koma dan terserang stroke. Hari ini (Rabu, 21/7/2021) Bang Zein mau dipindahkan dari ruangan covid ke ruangan perawatan._ 
_Mohon Do’a Bapak dan Ibu untuk Allah SWT segera mengangkat penyakit Bang Zein. Dan semoga kembali sehat Walafiat dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga._ 

Ini saya kirimkan jg pembicaraan dengan anaknya Bang Zein tadi malam dan pagi ini
[21/7 12.59] Ucok Marisi AMURA: _Mohon ijin berita ini saya dapta di wag pensiunan (pak Sonny ). Ternyata saat Pak M. Zen masih dirawat di rumah sakit. Sekedar info Bpk. Mohon maaf._ 

Begitulah _update_ Rabu, (21/7/2021) jam 12.59 terakhir tentang sahabat kita M. Zein. Semoga Allah SWT memberikan jalan yang terbaik untuknya, aamiin. 

Penggerak 

Zein, begitu saya menyapanya. Dia adalah
orang kedua di balik berjayanya sepakbola Bea Cukai (klub Binataruna) dan tokoh utama berkibarnya Bendera Persija Timur,. 

Zein, termasuk kontroversial dan suka ceplas-ceplos. Dan yang paling menonjol, srpanjang yang saya tahu, tak pernah memiliki rasa takut. Paling tidak kesan saya sejak awal kami bertemu, akhir 1970an dan awal 1980an hingga terakhir bertemu sekitar tiga bulan lalu. 

Ceplas-ceplos dan tembak langsungnya betul-betul gaya anak Medan. Zen, ditarik ke Bea Cukai Pusat, di Jakarta, saat ia baru senang-senangnya mengurus klub sepakbola di ibukota Sumut itu. Jadi, tak heran jika olahraga, khususnya sepakbola ada dalam darahnya. Untuk itu, ia mudah saja berada di lingkup BC Pusat yang memang telah memiliki kegiatan olahraga dengan penggerak utamanya adalah Said Rusli. Selain karate, terjun payung, sepakbola adalah andalan BC Pusat. 

Tak berapa lama, Zein langsung dipercaya menangani klub Bina Taruna. Zein juga yang menyelesaikan cikal-bakal Stadion BC yang ada di belakang kantor pusatnya. Ponirin Meka, Fachri Husaini, GH. Sutejo, Eddy Sudarnoto, Pracoyo adalah pemain-pemain yang bisa berkiprah hingga tingkat nasional. 

Di lingkup karate, BC memiliki segudang karateka handal yang selalu mendominasi tim nasional. Adven Bangun, Maju Dayanto, Ucok Marisi Sihotang, adalah sedikit dari segudang karateka handal di zamannya.

Persija Timur

Bersama Jendral TNI AD (purn) Agum Gumelar, Zein, Tejo membangun Persija Timur. Dari Pengda terus berganti Komda Persija Timur yang awalnya sama sekali tak dihitung, karena trio itu, bisa dipandang. 

Dari jalur itu pula, Pak Agum lebih dulu masuk dalam jajaran elit pengurus PSSI. Tak lama, Zein ikut bergabung. Tak membutuhkan waktu yang lama, nama dan kiprah Zein dalam dunia sepakbola, langsung menasional. 

Zein kemudian malah ikut mengendalikan organisasi PSSI di masa Nurdin Halid. Suka atau tidak, langsung atau tidak, PSSI pernah berwajah M. Zein, artinya organisasi sungguh-sungguh dapat ia kendalikan. 

Namun pada era Nurdin kedua memimpin PSSI, Zein mulai menyusut pengaruhnya. Dan pada era selanjutnya Zein sudah tidak lagi berada di jajaran pengurus PSSI. Meski demikian, Zein tidak pernah bisa berpisah dari dunia sepakbola nasional. Di kepalanya selalu berputar tentang konsep apa pun tentang sepakbola nasional. 

Sekitar tiga bulan lalu, Zein bersama saya berbincang dengan mantan Waketum PSSI, Nirwan  Bakrie. Panjang lebar yang diobrolkan hingga menjelang magrib. Intinya Zein ingin agar kompetisi anak-anak dihidupkan. Tetapi karena semuanya sudah berada di luar PSSI, gagasan itu hanya sekedar gagasan. 

Saat ini M. Zein masih terbaring koma, mudah-mudahan semangat besarnya bisa mengalahkan sakitnya. Tidak ada yang tak mungkin sepanjang Allah memberikan kepercayaan pada sahabat kita itu. 

Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mengajak kepada kita semua untuk mendoakan Zein agar diberikan kesempatan hidup untuk yang kedua kali. Aamiin..

* M Nigara - wartawan senior