logo

Kebutuhan Meningkat, Menko PMK Cek Ketersediaan Oksigen Di Provinsi Lampung

Kebutuhan Meningkat,  Menko PMK Cek Ketersediaan Oksigen Di Provinsi Lampung

Menko PMK Muhadjir Effendy (baju putih) mengecek ketersediaan oksigen.(foto,ist)
10 Juli 2021 06:47 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - LAMPUNG: Meningkatnya kasus Covid-19 memicu naiknya kebutuhan akan oksigen di berbagai wilayah di Indonesia. Lonjakan itu menyebabkan stok oksigen rentan mengalami kelangkaan, salah satunya di Provinsi Lampung.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, berkesempatan mengecek ketersediaan stok oksigen di dua perusahaan pengisian dan distributor oksigen di Provinsi Lampung, yaitu Perusahaan Lampung Gas dan PT Aneka Gas Industri Lampung, Kamis, (8/7/2021).

Dalam kunjungannya itu dia mendapatkan laporan, di Provinsi Lampung kebutuhan oksigen sangat meningkat pesat. Berdasarkan pengecekannya di Perusahaan Lampung Gas, pengisian oksigen untuk kebutuhan RS telah meningkat sampai 3 kali lipat.

"Biasanya satu bulan bisa mengisi 100 ton, sekarang meningkat 300 ton. Sudah naik 3 kali lipat," ujar Menko PMK.

Sementara itu, dalam pengecekannya di PT Aneka Gas Industri Lampung, dia mendapatkan laporan, pendistribusian oksigen di wilayah Lampung juga telah mengalami kenaikan drastis.

"Tadi saya dilapori. Biasanya itu hanya 150 ton sebulan. Tapi pada bulan Juni itu sudah 170 ton. Dan, sekarang ini baru satu minggu mereka sudah menghabiskan 50 ton. Berarti diperkiraan sampai akhir Juli bisa sampai 200 ton," tuturnya.

Dia juga mendapatkan laporan bahwa pengisian dan pendistribusian oksigen di dua perusahaan itu juga sudah tidak melayani keperluan industri, untuk memfokuskan untuk keperluan medis. Dia melihat, tabung oksigen yang biasa digunakan untuk las telah dialihfungsi untuk penggunaan medis.

Langkah itu, ujarnya, sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah yaitu keperluan oksigen 100 persen harus diperuntukkan bagi kesehatan khususnya penanganan Covid-19. "Tadi saya sudah cek di pusat pengisian dan juga distributor. Mereka sudah menyatakan bahwa memang sekarang kebutuhan di sektor industri maupun untuk las juga sudah dihentikan," terangnya.

Jadi, sekarang botol-botol yang biasa untuk tukang las, digunakan untuk kebutuhan rumah sakit. Usai mengecek pusat pengisian dan distributor oksigen, Menko PMK, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, serta PLT Direktur RSUD Abdul Moeloek Hairani menyempatkan berkunjung ke RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung.

Dia minta kepada Gubernur dan Direktur RSUD, agar bisa mengantisipasi kebutuhan oksigen yang semakin meningkat setiap harinya.***

Editor : Markon Piliang