logo

Menjajal Bus Listrik, Dokter Sonia-Influencer: Visi Pak Moeldoko Jelas-Berani!

Menjajal Bus Listrik, Dokter Sonia-Influencer: Visi Pak Moeldoko Jelas-Berani!

28 Juni 2021 21:55 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dokter cantik yang juga influencer Sonia Wibisono dan beberapa kolega sesama influencer mendapat kesempatan berharga selama satu jam lebih bersama Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko, menjajal bus listrik beberapa waktu lalu.

Kesempatan itu dimanfaatkan oleh para dokter untuk menyelami pikiran dan gagasan mantan Panglima TNI tersebut dalam membangun kedaulatan bangsa dan negara dengan terobosan mobil listriknya. Bukan hanya Sonia Wibisono yang mendapat kesempatan diundang berbicara dengan Moeldoko. Bersama Dokter Sonia, ada sekitar 15 orang yang diundang dari profesi dokter, pemerhati lingkungan hidup dan ekologi, yaitu Ramses Hardjanto, Gritte Agatha, Jolene putri indonesia lingkungan, drg Devya, dr Tony Sukentro SpB, dr Jeff Aloys, Clarice Cutie, Aditya, Zicky, Sps, dr. Jeff Aloys, Clarice Cutie, dr Vito Damay spPJKV, dr Taufik Jamaan SpOG.

Sebelum menjajal bus listrik, sederet influencer tersebut mendapatkan presentasi dan penjelasan cukup detil karya Jenderal Moeldoko dan tim pada 2 Juni lalu yang digawangi Bambang Tri Sasongko selaku Direktur Teknik MAB di salah satu tempat di bilangan Sudirman Jakarta Pusat.

Tentu pertemian mereka sangat mengikuti protokol kesehatan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau tersedia handsanitizer, menjaga jarak dan tidak berkerumun karena juga dilakukan dengan offline terbatas pesertanya dan online. Juga mengurangi mobilitas dengan durasi waktu yang singkat.

"Suatu kehormatan bagi kami, bisa ngobrol langsung dengan Pak Moeldoko. Kami sungguh mendapatkan pencerahan, wawasan, dan pelajaran berharga yang bisa dipetik dari beliau,” kata Sonia Wibisono dalam keterangan tertulis yang diterima suarakarya.id di Jakarta, Senin (28/6/2021).

Dalam kesempatan itu Moeldoko menceritakan tentang obsesinya menghadirkan bus listrik ramah lingkungan. Ia mengaku sudah terbayang untuk menghadirkan kendaraan listrik di Indonesia sejak sekitar 2012 silam. Namun kala itu Moeldoko masih belum bisa berbuat banyak karena masih aktif di TNI.

Setelah purnawirawan, Moeldoko mulai serius mempelajari kendaraan masa depan yang sudah tidak perlu mengandalkan energi fosil ini, dengan mendatangi pabrik baterai di Tiongkok. Jenderal Moeldoko memiliki keyakinan penuh bahwa kendaraan listrik adalah kendaraan masa depan Indonesia. Dan kini Moeldoko menghadirkan inovasi lewat bus listrik di Indonesia.

Apa yang dilakukannya itu tentu saja tidaklah mudah. Ada banyak rintangan sejak 2016 yang harus ia lewati. Tekad baja dan daya juang tinggi yang tak menyurutkan langkahnya untuk tidak pernah menyerah pada keadaan. Tidak semua orang mau melakukan tekad dan punya keberanian "melawan" sekat-sekat tersebut.

"Sejatinya apa yang membuat Pak Moeldoko begitu berani seperti ini?” tanya Sonia Wibisono kepada Moeldoko.

Mantan Gubernur Lemhannas ini mengatakan bahwa dirinya termasuk dalam kelompok pemberani namun tetap mengkalkulasi risiko yang akan lahir dan mungkin terjadi.

Dia mengaku sejak kecil sudah punya pikiran berbeda dari orang lain. Hal itu sudah dilakukannya sejak duduk di bangku sekolah. Moeldoko kecil tampil berani ketika harus memberikan jawaban yang berbeda dari siswa-siwa lainnya atas soal-soal yang diberikan para gurunya.

Keberanian itu tentu saja didasarkan karena Moeldoko memang hoby membaca. Literasi yang dia lakukan membuatnya kaya referensi dan pengetahuan yang belum tentu dipunyai orang lain. Hingga Moeldoko berkeyakinan, kebutuhan listrik sangat tepat di masa pandemi seperti sekarang. Ini karena listrik adalah teknologi ramah lingkungan dan bisa menekan polusi.

"Sekarang kondisi lagi pandemi Covid-19 di seluruh dunia. Jangan sampai kondisi ini makin diperburuk lagi dengan semakin banyaknya mobil yang tingkat polusinya tinggi. Selain akan cepat merusak lingkungan dan inefisensi saat energi fosil akan habis, maka mobil listrik inilah merupakan sebuah solusi dunia," jelas Moeldoko.

Pria kelahiran Kediri ini mengaku dirinya sejak kecil sudah tertempa keadaan yang mau tidak mau harus fight jika ingin terus hidup, berubah, dan maju.

“Kalau orang tidur saya justru bangun. Kalau orang bangun saya sudah berlari. Hanya bangsa yang memiliki speed atau kecepatan yang tinggi saja, mereka yang bisa bersaing. Contohnya begini, orang baru berwacana soal mobil listrik, saya sudah melakukannya,” ungkapnya.

Penyandang Bintang Adhi Makayasa waktu mengikuti pendidikan di Akmil ini mengatakan tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia pada masa mendatang cukup kompleks. Bukan saja bersaing dengan bangsa sendiri, tapi kompetisi menjadi semakin ketat karena harus bersaing dengan orang dari negara lain.

Sonia Wibisono juga sempat bertanya kepada Jenderal yang awalnya hidup dari desa terpencil ini terkait obsesi besarnya mau memajukan dunia pertanian. Moeldoko pun secara gamblang dan tanpa tedeng aling-aling mengatakan sejak dulu sampai sekarang kondisi pertanian tidak mengalami kemajuan signifikan.

Moeldoko pun tertantang untuk ikut terlibat memajukan sektor pertanian. Hal itu sudah dilakukannya dan berhasil mempercepat masa panen dengan kuantitas produksi meningkat.

"Jalan- jalan keliling sepanjang jalan Jenderal Sudirman yang menjadi sentrum Ibukota dengan bus listrik bersama Pak Moeldoko sekaligus ngobrol banyak hal adalah sesuatu yang sangat menyenangkan dan menjadi pengalaman berharga bagi kita semua, bagaimana bangsa dan negeri ini harus berdaulat dari segala sisi kehidupan,” ujar Dokter Sonia Wibisono yang juga Duta Kesehatan PBB ini.***