logo

Bertalu-talu, Putra Moi, Dr. Johny Kamuru, Bangun Kabupaten Sorong

Bertalu-talu, Putra Moi, Dr. Johny Kamuru, Bangun Kabupaten Sorong

Foto:skid: (Yacob Nauly)
25 Juni 2021 09:28 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AIMAS: Bertalu-talu atau terus menerus tanpa mengenal lelah, putra terbaik Papua asal Suku Moi, Dr. Johny Kamuru, M.Si, membangun kabupaten Sorong.

Hari ini, Jumat (25/6/2021) Bupati Johny Kamuru turun langsung ke Pasar Induk Aimas, ibu kota kabupaten Sorong. Kehadirannya untuk memastikan bahwa dalam tahun ini pasar tersebut beroprasi.

Sebagai bupati, ia berupaya keras agar perekonomian kabupaten Sorong normal setelah negeri kita diterjang pandemi Covid-19.

Karena itu, Jumat (25/6/2021) ia mengajak seluruh OPD dan  ASN  berbelanja di pasar Induk kabupaten Sorong tersebut.

Bupati Kamuru, mengajak masyarakat kabupaten Sorong untuk berbelanja di pasar ini. Karena, dalam waktu dekat diupayakan infrastruktur pendukung dilengkapi.

Seperti terminal dan sarana pendukung lainnya agar pasar induk ini dioperasionalkan secara normal.

Pasar Pagi Sore Ditutup

Putra asli Moi, lainnya, Adolof. Y, sangat mendukung, Bupati Kamuru, menggeliatkan pembangunan ekonomi masyarakat kabupaten Sorong.

"Kami masyarakat Aimas kabupaten Sorong asli maupun pendatang sangat berterima kasih. Karena, pasar induk yang bertahun-tahun terbengkalai kini dihidupkan oleh anak Moi, Bupati Johny Kamuru," kata Adolof.

Karena itu, ia sarankan agar pasar pagi dan pasar sore di  kota Aimas ditutup. Ini untuk menggeliatkan operasional pasar induk Aimas itu.

Sementara, pegawai distrik Aimas, Frans Yahangmetan, menjelaskan, pihaknya telah mengimbau masyarakat untuk berbelanja di pasar induk Aimas ini.

"Ia, masyarakat daerah ini bersedia akan berbelanja kebutuhannya di pasar induk Aimas, ketika sudah berjalan normal. Saya melihat dukungan masyarakat terkait pasar induk ini tinggi," kata Frans.

Revitalisasi

Revitalisasi pasar ini  dimulai dari pembersihan   lokasi  yang sudah tertutupi rumput keras setinggi dua meter. Kemudian,  dilakukan   pembersihan saluran pembuangan  serta  merehap gedung  dan  lain-lain secara bertahap.

Kepala Badan  Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), Kabupaten Sorong, Oktovianus  N.Kalasuat, SH,M.Si, mengatakan, memang Bupati Kamuru dan dirinya  berinisiatif untuk merevitalisasi Pasar Induk Aimas ini.

“Seperti diketahui bahwa  pasar  Induk Aimas ini dibangun sejak  tahun 2001 lalu, namun  tidak beroperasi. Akhirnya, lokasi pasar ini mulai dari halaman hingga  gedung  dan los-los untuk  berjualan   rusak  50 hingga 60 persen rusak,”kata  Kalasuat kepada suarakarya.id, di lokasi pasar itu.

Dikatakan Kalasuat, kondisi pasar induk tersebut  terakhir ini, sudah tertutupi rumput  tebal dan keras  setinggi 2 meter. Dalam kondisi seperti  itu,  membutuhkan kreatifitas  untuk bagaimana  membuat terobosan agar kesulitan  dalam segala hal itu bisa  teratasi.

“Mengingat  kondisi pasar yang sudah  rapuh karena  tertutupi rumput dan menjadi sarang  hewan  piaraan warga, membuat saya berinisiatif. Yakni,  untuk  mulai merevitalisasi pasar Induk Aimas ini  dengan sumber daya sendiri dan   saya laporkan  ke Bupati untuk meminta petunjuk selanjutnya,”kata Oktovianus .N. Kalasuat.

Menurutnya, puluhan bangunan dan los-los  di pasar tersebut secara bertahap  direnovasi. Dan, ia menyebut   saat  ini pihaknya  mulai menghitung berapa anggaran untuk  rehabilitasi pasar ini.

Yang menjadi prioritasnya saat ini adalah merehab sebuah bangunan paling di depan jalan masuk  agar dijadikan pusat koordinasi. “Di bangunan itu akan dijadikan pusat koordinasi dan  sebagai  pos penjagaan,”katanya.

Ia, punya strategi untuk menarik para pedagang  menggelar barang dagangannya di pasar  Induk Aimas ini. Ketika,  rehabnya sudah selesai dan  dinyatakan  bisa beroperasi  maka pedagang harus segera  menggelar dagangannya di  pasar ini.

Dikatakan Kalasuat, bahwa  seluruh los atau ruangan di pasar Induk Aimas itu sudah dimiliki oleh para pedagang  yang berdomisili  di Aimas dan kota Sorong.

”Oleh karena itu, saya akan mengeluarkan pengumuman yang intinya menegaskan   kepada pemilik los agar segera menggelar barang dagangannya di pasar induk Aimas. Jika tidak,  maka tempat atau los yang sudah dibeli  dikembalikan kepada  pemilik pasar (Pemda),”katanya.

Meski demikian, menurutnya, ia akan terus mengimbau para pemilik los di pasar itu agar segera  datang untuk  berkoordinasi dengan petugas pasar.

Menurut rencana, lanjutnya, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Pasar Induk Aimas  yang vakum 18 tahun tahun akan beroperasi. “Jadi estimasinya, dalam tahun ini  Pasar Induk ini beroperasi dan hal ini akan terwujud. ***

whatsapp sharing button

facebook sharing button