logo

23 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Perusakan Makam

23 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Perusakan Makam

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat meninjau perbaikan makam yang dirusak
24 Juni 2021 21:39 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Sebanyak 23 saksi telah diperiksa polisi terkait kasus perusakan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cemoro Kembar, Kampung Kenteng, Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon Solo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

"Sudah ada 23 saksi yang diperiksa sampai saat ini. Hari ini masih ada agenda pemeriksaan dari pengasuh kuttab (rumah belajar), perangkat desa atau kelurahan dan Linmas yang melihat perusakan makam," jelas Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak seusai menghadiri Silahturahmi Forkopimda se-Solo Raya di Makorem 074/Warastratama Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/6/2021).

Lebih lanjut, Ade mengatakan pada hari ini juga dijadwalkan pemeriksaan terhadap pengasuh kuttab tempat belajar, anak-anak pelaku perusakan makam. Dari enam pengasuh yang rencananya akan diperiksa, baru dua yang sudah diperiksa.

"Empat lainnya dijadwalkan hari ini. Sampai saat ini penyidik masih melakukan upaya penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan terhadap pengasuh," jelasnya lagi.

Selain melakukan pemeriksaan saksi, polisi juga telah menyita barang bukti termasuk alat yang digunakan untuk melakukan perusakan. Alat yang digunakan anak-anak tersebut berupa batu.

Selanjutnya polisi akan melakukan gelar perkara untuk menerikan tersangka dalam kasus tersebut. Terkait aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) di kuttab tersebut, Kapolresta mengatakan saat ini sudah diberhentikan.

"Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo bahwa kegiatan PTM tidak diperbolehkan karena pandemi Covid-19. Jadi kita harus hadapi bersama-sama karena kasus Covid-19 di Kota Solo terus meningkat," katanya.

Sebelumnya sebanyak 12 nisan makam Nasrani dirusak oleh 10 anak-anak siswa kuttab yang lokasinya tidak jauh dari lokasi TPU. Perusakan nisan tersebut diketahui pada Rabu (16/6/2021) lalu.

Kepala kuttab, Wildan mengatakan perusakan makam tersebut dilakukan atas inisiatif sendiri dari anak-anak sendiri. Pihak kuttab juga membantah adanya ajaran intoleransi di rumah belajar tersebut. Karena di tempat belajar tersebut hanya pembelajaran hafalan Al Quran.

"Kalau kuttab diperiksa kami aman. Karena di sini hanya pembelajaran hafalan Al Quran saja," pungkasnya. ***

Editor : Pudja Rukmana