logo

Terdakwa Rizieq Shihab Divonis Lagi Empat Tahun Penjara

Terdakwa Rizieq Shihab Divonis Lagi Empat Tahun Penjara

pendukung terdakwa dihalau petugas usai pembacaan vonis Rizieq
24 Juni 2021 13:12 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dalam suasana riuh atau bahkan nyaris kisruh, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur menjatuhkan vonis empat tahun penjara  terhadap terdakwa Rizieq Shihab terkait kasus hasil tes swab RS Ummi Bogor, Kamis (24/6/2021).

"Terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah. Oleh karenanya majelis menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun," kata Ketua Majelis Hakim Khadwanto saat membacakan amar putusan di PN Jakarta Timur, Kamis (24/6/2021).

Majelis hakim menilai Rizieq terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar hukum sebagaimana yang didakwakan di dakwaan pertama Pasal 14 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penyebaran berita bohong yang bisa timbulkan keonaran.

Majelis hakim juga berpendapat bahwa pernyataan terdakwa Rizieq Shihab saat menyatakan dirinya sehat ketika dirawat di RS UMMI Bogor pada November 2020 merupakan kebohongan karena hasil tes swab PCR-nya terkonfirmasi Covid-19.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyebutkan hal yang memberatkan terdakwa Rizieq yakni perbuatan eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu yang dianggap meresahkan warga karena menyatakan kondisinya sehat meski terkonfirmasi positif Covid-19.

Ada juga hal yang meringankan terdakwa Rizieq Shihab, yaitu memiliki tanggungan keluarga dan merupakan seorang guru agama sehingga diharapkan dapat menunjukkan kelakuan baik di masa mendatang.

Atas vonis tersebut, terdakwa Rizieq Syihab bersama kuasa hukumnya menyatakan keberatan dan akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta. JPU pun tak ketinggalan, karena vonis ini lebih ringan daripada tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama enam tahun penjara atas perkara penyebaran berita bohong hasil swab test covid-19 di Rumah Sakit Ummi Kota Bogor.

JPU sebelumnya menyatakan terdakwa Rizieq terbukti turut serta dan menyakinkan telah terbukti secara sah menyebarkan berita bohong sebagaimana Pasal 14 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana

Hal yang memberatkan, menurut JPU, Rizieq telah dihukum pidana sebanyak dua kali pada tahun 2003 dan 2008. Selain itu, Rizieq juga dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam percepatan pencegahan Covid-19 dan mengganggu ketertiban umum. Tidak itu saja, terdakwa selama persidangan juga dinilai tidak menjaga sopan santunnya.

Sebelumnya terdakwa Rizieq Shihab sudah divonis bersalah terkait kasus Petamburan, Jakarta Pusat. ***

Editor : Pudja Rukmana