logo

Kantor-kantor Penegak Hukum Diserang Covid-19

Kantor-kantor Penegak Hukum Diserang Covid-19

antisipasi penyebaran Covid-19 di PN Jakarta Pusat
24 Juni 2021 13:08 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Penyebaran virus Covid-19 merajalela di DKI Jakarta. Khusus di kantor kalangan penegak hukum, tercatat yang reaktif terbanyak di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Dari 28 yang reaktif, 20 di antaranya ada dinyatakan positif Covid-19 dan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di PN Jakarta Selatan juga terdapat tujuh panitera, pegawai dan hakim reaktif Covid-19. Namun, kata Humas PN Jakarta Selatan Suharno SH MH, diantara tujuh yang reaktif itu empat telah dinyatakan positif.

Akibatnya, Rabu (23/6/2021), sebagian besar persidangan terpaksa ditunda. “Kami berjaga-jaga tetapi belum dinyatakan lockdown,” katanya, Kamis (24/6/2021).

Di Kejari Jakarta Barat juga terdapat pegawai dan jaksa reaktif covid. Begitu juga di Kejari Jakarta Pusat. Namun kedua kantor itu tidak sampai dilockdown. Hanya dibatasi saja tamu.

Berbeda dengan PN Jakarta Pusat yang sudah beberapa kali dilockdown. Oleh karena banyaknya yang reaktif diputuskan kembali menghentikan aktivitas persidangan demi meminimalisasi penyebaran kasus Covid-19.

"Telah diinstruksikan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, terhitung hari ini Selasa 22 Juni 2021 untuk sementara kegiatan operasionalnya dihentikan," ujar Humas PN Jakarta Pusat, Bambang Nurcahyono.

Bambang merinci jumlah pegawai dan hakim yang terpapar virus Corona Covid-19 berdasarkan hasil swab antigen dan PCR yang dilalukan pada Senin 21 Juni 2021 kemarin. "Saya sampaikan informasi hasil swab antigen yang telah dilakukan oleh PN Jakarta Pusat terdapat 18 orang yang hasilnya reaktif dan 9 orang yang hasilnya positif berdasarkan test PCR, dengan demikian berjumlah 27 orang," kata dia.

Meski menutup operasional sementara, PN Jakarta Pusat tetap melayani urusan peradilan yang bersifat penting dan mendesak, hingga kembali dibuka nanti. "Untuk hal-hal yang bersifat urgent tetap dilayani namun bersifat terbatas. Dan Kantor PN Jakarta Pusat akan aktif kembali pada hari Jumat tanggal 25 Juni 2021," kata dia.

Bambang menjelaskan, selama PN Jakarta Pusat ditutup, dilakukan penyemprotan disentifektan ke semua ruangan kantor. Sementara bagi hakim dan pegawai PN Jakarta Pusat yang terpapar Covid-19 diberikan kesempatan melakukan isolasi mandiri.  "Untuk hakim dan pegawai PN Jakarta Pusat tetap melakukan kegiatan pekerjaan dari rumah (WFH)," tuturnya.

PN Jakarta Pusat sudah untuk kesekian kalinya dilockdown atau mengehentikan sementara operasional karena adanya sejumlah pegawai yang terpapar Covod-19. Saat itu dilakukan pula penyemprotan disentifektan. Tetapi tingginya pengunjung di pengadilan tersebut diduga sebagai salah satu pemicu tinggi pula penyebaran covid-19 di sana dibandingkan di empat pengadilan lainnya di DKI Jakarta.

Plt Jubir KPK Ali Firki menyebut 36 pegawai yang bekerja di Kedeputian Penindakan dan Eksekusi terkonfirmasi positif Covid-19 masih melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing. "Informasinya isolasi mandiri," ujar Ali Fikri, Kamis (24/6/2021).

KPK tetap memantau perkembangan kondisi 36 pegawai itu dengan berkoordinasi bersama tim satgas Covid-19 serta klinik KPK. "Dipantau dari puskesmas tempat tinggal pegawai. Koordinasi dilakukan dari tim satgas Covid-19 dan klinik KPK," kata Ali.

Setelah ke-36 pegawai yang bekerja di bagian Kedeputian Penindakan dan Eksekusi terkonfirmasi positif Covid-19, KPK membatasi kegiatan di kedeputian tersebut guna meminimalisasi penyebaran Covid-19 di lingkungan lembaga antirasuah. "Langkah tanggap situasi penyebaran Covid-19, khususnya pada Kedeputian Bidang Penindakan dan Eksekusi yang sampai hari ini sejumlah 36 pegawainya terpapar positif Covid-19, KPK melakukan pembatasan kerja di kantor," kata Ali Fikri.

Dia mengatakan, untuk kegiatan yang sudah terjadwal sebelumnya tetap akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti pemeriksaan saksi maupun tersangka yang sudah terjadwal oleh tim penyidik sebelumnya. "Khusus kegiatan yang sebelumnya telah terjadwal tetap dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat," kata Ali.

KPK langsung melakukan swab antigen kepada seluruh pegawai dan pihak-pihak terkait di lingkungan KPK serta melakukan penyemprotan disinfektan pada setiap ruang kerja pegawai. Dengan upaya ini diharapkan seluruh kegiatan pada Kedeputian Bidang Penindakan dan Eksekusi dan unit-unit kerja lainnya dapat segera kembali normal. ***

Editor : Pudja Rukmana