logo

Dilaporkan Ke Polda Metro, Polisi Minta Potongan Vidio Pornografi Sinetron SHIZ

Dilaporkan Ke Polda Metro, Polisi Minta Potongan Vidio Pornografi Sinetron SHIZ

Tim kuasa hukum lima LSM, Fayakun Arief SH memberikan keterangan kepada wartawan usai melaporkan sinetron Suara Hati Istri Zahra (SHIZ) ke Polda Metro Jaya karena tontonan yang ditayangkN di TV Indosiar itu mengandung pornografi dan phedopilia, Senin (21/6/2021).
21 Juni 2021 19:45 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sub Direktorat Kriminal Khusus Cyber Crime Polda Metro Jaya minta kepada kuasa hukum lima Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Fayakun Arief SH untuk menyerahkan potongan vidio pornografi yang ada pada sinetron Suara Hati Istri Zahra (SHIZ).

Permintaan pihak polisi ini sebagai respon positif terhadap laporan Fayakun Arief atas dugaan pornografi, phedopilia dan tontonan yang bukan tuntunan sinetron Suara Hati Istri-Zahra (SHIZ) yang ditayangkan di TV Indosiar.

Sinetron tersebut diproduksi MKF. "Hari ini kami melaporkan TV Indosiar dan Production House MKF yang telah menanyangkan sinetron SHIZ. Dalam tayangan itu ada unsur pornografi dan phedopilia, karena salag satu pemain dalam sinetron itu masih di bawah umur," ujar Fayakun Arief kepada wartawan di Yanmas Mapolda Metro Jaya, Senin (21/6/2021).

Tim kuasa hukum lima LSM akan hadir kembali ke Polda Metro Jaya untuk menyerahkan potongan vidio SHIZ.

"Besok (Selasa, 22/6/2021) kami akan serahkan potongan vidio yang menunjukan pornografi dan phedopilia. Kami sudah ada potongan vidio itu," kata Fayakun.

Sebelumnya, viralnya adegan sinetron suara Hati Istri - Zahra menuai polemik. Di media sosial (Medsos) banyak nitizen yang protes terhadap Production House MKF dan Indosiar yang menayangkan sinetron itu.

Pasalnya, sinetron tersebut menampilkan adegan yang berbau pornografi dan pedophilia karena salah satu pemerannya berusia dibawah umur. Banyak pihak yang mengecam adegan tersebut karena tidak sesuai dengan moral bangsa.

Mereka menyayangkan bagaimana bisa tayangan tersebut dapat lolos dari sensor KPI dan tayang di televisi. Adegan tersebut dinilai tidak mendidik dan menampilkan tayangan yang tak seharusnya tampil. Production House sebagai produsen sinetron tersebut, dan Indosiar sebagai stasiun tv yang menayangkan harus dilaporkan karena memproduksi dan menayangkan tayangan yang tidak sesuai dengan moral bangsa.

Harusnya tayangan yang baik ialah yang memperhatikan moral bangsa. Sinetron juga sebagai tontonan harus memiliki tuntunan untuk masyarakat karena sinetron Suara Hati Istri-Zahra yang alur ceritanya dangkal dan murahan.

Karya seni yang baik ialah yang bisa dipertanggung jawabkan terhadap etika moral dan asas kepatutan.

"Saya selaku Pembina Ikatan Mahasiswa Muslim Nusantara dan Penasehat Persatuan Mubaliq Mubaliqoh Indonesia akan melakukan tindakan hukum dengan melaporkan secara resmi kepada pihak berwajib," ujar Sekjen GM Warga Jaya Indonesia Rudy Darmawanto.

Kepada KPI, GM Warga Jaya Indonesia juga meminta untuk fokus kepada semua tayangan televisi kita. Sinetron yang diberhentikan itu hanya ganti peran dan diganti judulnya.

" Bagaimana bisa KPI dikelabui begitu saja, harusnya KPI merekomendasikan agar kasus tayangan seperti Suara Hati Istri-Zahra diproses secara hukum." tuturnya ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH