logo

Tayangan Senetron Suara Hati Istri-Zahra Dilaporkan Ke Polisi

 Tayangan Senetron Suara Hati Istri-Zahra Dilaporkan Ke Polisi

Sekjen GM Warga Jaya Indonesia Rudy Darmawanto
21 Juni 2021 05:23 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Viralnya adegan sinetron suara Hati Istri - Zahra menuai polemik. Di media sosial (Medsos) banyak nitizen yang protes terhadap Production House MKF dan Indosiar yang menayangkan sinetron itu.

Pasalnya, sinetron tersebut menampilkan adegan yang berbau pornografi dan pedophilia karena salah satu pemerannya berusia dibawah umur.

Banyak pihak yang mengecam adegan tersebut karena tidak sesuai dengan moral bangsa. Mereka menyayangkan bagaimana bisa tayangan tersebut dapat lolos dari sensor KPI dan tayang di televisi.

Adegan tersebut dinilai tidak mendidik dan menampilkan tayangan yang tak seharusnya tampil. Production House sebagai produsen sinetron tersebut, dan Indosiar sebagai stasiun tv yang menayangkan harus dilaporkan karena memproduksi dan menayangkan tayangan yang tidak sesuai dengan moral bangsa.

Harusnya tayangan yang baik ialah yang memperhatikan moral bangsa. Sinetron juga sebagai tontonan harus memiliki tuntunan untuk masyarakat karena sinetron Suara Hati Istri-Zahra yang alur ceritanya dangkal dan murahan.

Karya seni yang baik ialah yang bisa dipertanggung jawabkan terhadap etika moral dan asas kepatutan.

"Saya selaku Pembina Ikatan Mahasiswa Muslim Nusantara dan Penasehat Persatuan Mubaliq Mubaliqoh Indonesia akan melakukan tindakan hukum Dengan melaporkan Secara Resmi kepada pihak berwajib dalam waktu dekat demikian" ujar Sekjen GM Warga Jaya Indonesia Rudy Darmawanto

. Kepada KPI, GM Warga Jaya Indonesia juga memintaa untuk fokus kepada semua tayangan lelevisi kita. Sinetron yang diberhentikan itu hanya ganti peran dan diganti judulnya.

" Bagaimana bisa KPI dikelabui begitu saja, harusnya KPI merekomendasikan agar kasus tayangan seperti Suara Hati Istri-Zahra diproses secara hukum." tuturnya ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto