logo

Mantan Aktivis Organisasi Papua Merdeka: Papua Bagian NKRI Harga Mati

Mantan Aktivis Organisasi Papua Merdeka: Papua Bagian NKRI Harga Mati

John Al Norotouw
20 Juni 2021 09:24 WIB
Penulis : Windrarto

SuaraKarya.id - DEPOK: Mantan aktivis Organisasi Papua Merdeka (OPM) John Al. Norotouw mengatakan Papua yang telah menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mati. Maka, konflik di tanah Papua harus diatasi Pemerintah Indonesia karena tanah Papua bagian dari NKRI.

"Saya ingin menyatakan kepada seluruh Indonesia di lapisan mana pun sampai bapak Presiden. Indonesia disatukan dengan kebinekaan dari perbedaan. Papua sangat berbeda, tetapi diantara itu banyak dari berbagai suku mendiami Papua. Orang Papua lah yang sangat mencintai Indonesia dan setia menjadi warga Indonesia," kata John Al. Norotouw saat webinar Saat webinar dengan judul Separitism and Terroism in Papua yang digelar oleh Perhimpunan Eropa untuk Indonesia, Sabtu (19/6/2021).

Papua bagian dari Indonesia, ucapnya, sudah final karena diakui oleh PBB. Bahkan pihak -pihak yang mau memerdekakan Papua tidak mampu mencabut resolusi atau keputusan PBB ini. 

"Tidak punya dan tidak mampu mencabut resolusi itu, karena dipilih dari suara (negara berdaulat) di PBB," ujarnya.

John Al.  Norotow, yang mantan anggota OPM, sekarang telah menyadari kekeliruannya dan menyatakan kesetiaannya kepada NKRI. Apa yang dilakukannya dulu dengan para kelompok kriminal bersenjata (KKB), tuturnya, sangat jauh berbeda.

"Dulu waktu saya berjuang itu tidak pernah menyakiti orang Papua. Tapi, sekarang ini KKB melakukan kekerasan dan menewaskan orang Papua. Kalau dulu, yang kita temui adalah Pemerintah. Seperti dulu pernah bertemu dengan Presiden Amerika John F. Kennedy, Ronald Reagent. Tapi, sekarang ini seperti Beni Wenda bertemu dengan LSM yang bisa mendatangkan uang atau menguntungkan kepentingannya,"ucapnya.

Menurut dia, orang Papua itulah orang yang sangat cinta dan loyal  dengan NKRI. Di Papua, ujarnya, ada bermacam-macam suku ada atau bisa disebut sebagai miniatur Indonesia.

Untuk itu, ucapnya, membangun Papua itu mempertimbangkan keberagaman yang ada di Papua. Pemerintah saat ini, tuturnya, memberikan paket istimewa atau perhatian luar biasa dengan adanya dana Otsus Papua.

Dengan adanya dana tersebut, ujarnya, bila dikelola dengan baik maka Papua akan maju dibandingkan dengan yang lainnya.

Dia menyayangkan ada oknum yang mengorupsinya. “Kalau orang luar dagang pinang, kita masih bisa mengambil biji yang jatuh. Tapi, kalau korupsi semua habis dimakan tidak ada sisa. Seperti meja yang bersih,"tuturnya.

Keputusannya untuk bergabung dengan Pemerintah Indonesia, ucapnya, demi untuk rakyat Papua yang sejahtera dan maju. Sudah saatnya kini, tuturnya, semua fokus dalam membangun Papua.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH