logo

Kemensos Siap Mediatori Pemulangan 11.000 PMI Dari Malaysia

  Kemensos Siap Mediatori Pemulangan 11.000 PMI Dari Malaysia

Mensos Tri Rismaharini (kiri) dan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) H M Ali Baal Masdar (kanan).(foto,ist)
20 Juni 2021 01:02 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyatakan kesiapannya menjadi mediator dalam pemulangan 11.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia. Kementerian Sosial (Kemensos) siap memfasilitasi penyediaan lahan hidup mereka di daerah asal.

Hal itu dikemukakan Mensos, usai menerima audiensi Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) H M Ali Baal Masdar, di kantor Kemensos, di Jakarta, Jumat (18/6/2021).

Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengusulkan agar PMI ditampung di _shelter_ lebih dulu. Namun, Mensos menolak usulan itu, dan menyarankan agar PMI asal Sulbar langsung dipulangkan ke tempatnya masing-masing.

PMI asal Sulbar akan datang secara bergelombang, pada tahap awal akan tiba 1000 orang. Lalu, tahap berikutnya 7.500 di bulan depan, hingga mencapai jumlah 11.000 orang.

Mensos menyakinkan Gubernur Sulbar, Kemensos akan ikut berkontribusi mengatasi masalah PMI sesampainya di Tanah Air. “Saya akan menjadi mediator untuk bagaimana mereka pulang ke daerah masing-masing. Saya akan menyurati kepala daerah yang mampu untuk membiayai. Bagaimanapun itu juga warganya,” ungkap Mensos.

Melalui Gubernur Sulbar, Mensos berpesan kepada kepala daerah di Sulbar, agar memetakan potensi yang bisa dikembangkan di daerahnya. Potensi itu yang harus digali dan dikembangkan untuk memberdayakan PMI yang tiba di Tanah Air.

Karena itu, Mensos minta Gubernur Sulbar agar melakukan _tracing_ lebih dulu kepada PMI. Apa saja ketertarikan PMI terhadap bidang pekerjaan, yang bisa menjadi gantunggan hidup setelah tiba di daerah asal.

“Kita akan pikirkan dari sekarang mereka akan bekerja apa, bagaimana kemudian kita dapat melakukan _treatment_. Dari awal PMI diwawancarai, ditanya keinginan mereka itu apa. Sehingga, saat mereka datang bisa kita tangani,” terang Mensos.

Di sisi lain, dia juga menyampaikan pemetaan terhadap potensi daerah juga penting dilakukan. Dari sanalah Kemensos akan menentukan jenis intervensi apa yang bisa disinergikan.

“Pendataan untuk potensi yang ada di Sulawesi Barat juga perlu. Sehingga, Kemensos dapat membantu mengembangkan potensi yang ada,” imbuh Mensos.

Di bagian lain, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengaku, sangat mengapresiasi sambutan dan kesediaan Mensos membantu memediatori kepulangan PMI. Kesediaan Mensos yang akan membantu, merupakan sinyal penting bagi Pemprov Sulbar untuk meningkatkan kesiapan menerima PMI.

“Ya kami sangat berterima kasih atas kesediaan Mensos membantu kami. Pemprov Sulbar akan segera menyiapkan langkah-langkah sebagaimana disampaikan Mensos, termasuk tadi melakukan tracing,” tuturnya.

Dalam suasana pandemi, Gubernur Sulbar juga memastikan, _tracing_ juga dilakukan dalam konteks penerapan protokol kesehatan. “Kami pastikan, PMI akan dicek kesehatannya sebelum tiba di daerah. Sehingga, tidak menimbulkan masalah baru,” terangnya.***

Editor : Markon Piliang