logo

Pemerintah Sepakat Menetapkan Pengubahan Libur Nasional Dan Cuti Bersama 2021

Pemerintah Sepakat Menetapkan Pengubahan Libur Nasional Dan Cuti Bersama 2021

Dari kanan ke kiri, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menko PMK Muhadjir Effendy, serta Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo. (foto,ist)
19 Juni 2021 22:18 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemerintah telah menyepakati dan menetapkan pengubahan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2021. Yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB).

Kesepakatan itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Nomor 712 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020, Nomor 4 tahun 2020 Tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021.

Hal itu diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Peninjauan SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021 yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (18/6/2021).

Rapat dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, serta Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo. "Sesuai arahan Bapak Presiden dan hasil keputusan Rapat Koordinasi Tingkat Menteri, maka perlu dilakukan tindakan terukur dan efektif untuk mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19,” tegas Menko PMK, saat konferensi pers usai rakor melalui media daring.

Dijelaskannya, pemerintah memutuskan untuk mengubah dua hari libur nasional dan menghapus satu hari libur cuti bersama. Pengubahan hari libur diterapkan pada hari raya keagamaan, yang tidak ada ritual ibadahnya.

"Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya long weekend," ujarnya. Untuk tahun 2021, lanjutnya, libur Tahun Baru Islam 1443 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 10 Agustus 2021 diubah menjadi Rabu 11 Agustus 2021 dan libur Maulid Nabi Muhammad SAW pada 19 Oktober 2021 diubah menjadi Rabu, 20 Oktober 2021.

Sementara, libur Cuti Bersama Hari Natal 2021 pada 24 Desember 2021 dihapuskan, dengan pertimbangan yang sama, yakni untuk menghindarkan dari adanya long weekend.

Menko PMK menambahkan, keputusan pemerintah untuk mengubah hari libur nasional dan menghapus Cuti Bersama Hari Natal 2021. Didasarkan pada pertimbangan untuk menghindarkan kemungkinan berkumpulnya masyarakat pada waktu tertentu.

“Yang perlu diperhatikan penetapan hari libur keagamaan yang diubah adalah yang tidak ada ritual ibadahnya,” jelasnya.

Dia mengingatkan, agar masyarakat terus menjalankan 5M protokol kesehatan dan berusaha bersama-sama memutus rantai penularan Covid-19.

“Kita perlu mewaspadai munculnya klaster hajatan dan klaster lainnya, serta meningkatnya penyebaran Varian Delta yang telah ditemukan di beberapa kota di Indonesia,” tutur Menko PMK.

Karenanya, imbuh dia, pemerintah perlu mengubah hari libur nasional dan menghapus Cuti Bersama Hari Natal 2021. Untuk menghindari long weekend yang berpotensi mendorong penumpukan masyarakat, pada waktu tertentu, sehingga meningkatkan penyebaran Covid-19.***

Editor : Markon Piliang