logo

Penyanyi Keroncong Asa Solo, Sruti Respati Luncurkan Matahari Dan Bintang-Bintang

Penyanyi Keroncong Asa Solo, Sruti Respati Luncurkan Matahari Dan Bintang-Bintang

Sruti Respati dan Saka Praja Kempot saat peluncurqn Matahari dan Bintang-Bintang
19 Juni 2021 13:14 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO : Penyanyi keroncong asal Kota Solo, Sruti Respati kembali mengeluarkan karya terbarunya. Kali ini melalui dua lagu terbaru berjudul Taiyou (Matahari) dan Bintang-Bintang. Tetap dengan iringan musik keroncong yang menjadi khasnya, kali ini Sruti berkolaborasi dengan sejumlah musisi.

Salah satunya adalah Saka Praja Kempot, anak dari musisi campursari Didi Kempot di lagu Bintang-Bintang. Lebih menariknya lagi, Sruti juga berkolaborasi dengan perupa asal Yogyakarta, Nasirun pada lagu Matahari. Di lagu ini, juga didukung violin asal Amerika, Jackson Chase dengan cara komunikasi melalui digital.

"Lagu Taiyou yang berarti Matahari ini liriknya dalam bahasa Jepang dan diterjemahkan oleh salah satu teman saya di Jepang, Kayo Kimura. Untuk lagu Taiyou ini musiknya keroncong asli dan diiringi grup Keroncongisasi yang terdiri dari anak-anak muda Solo," jelas Sruti Respati, Sabtu (19/6/2021).

Tentang kolaborasinya dengan perupa Nasirun, adik dari musisi Endah Laras itu mengatakan dirinya selama ini tidak pernah terlintas dalam bayangan untuk bisa berkolaborasi dengan Nasirun.

Bentuk kolaborasi antara Sruti dengan Nasirun dituangkan dalam bentuk lukisan yang dibuat Nasirun selama syuting video klip Matahari. Nasirun juga mendalang dengan menggunakan seperangkat wayang  yang diciptakannya dalam video klip tersebut.

"Ada pengakuan dari beliau, wayang Nasirun itu dibuat sejak 15 tahun lalu dan baru kali ini karyanya dimainkan secara langsung dalam syuting video klip. Beliau juga memberikan lukisan dengan tulisan dibawahnya, Dalam dan Mempesona. Ini merupakan ekspresi dari beliau ketika melukis saat syuting video klip," jelasnya lagi.

Tentang lagu Taiyou, sebenarnya sudah diminta oleh penciptanya Robertus Grassianus Bagus untuk membawakan lagu itu tahun 2019 lalu. Tetapi karena terkendala pandemi baru bisa terealisasi pada tahun 2021.

Begitu pula dengan lagu Bintang-Bintang, lagu tersebut diberikan padanya pada Juni 2020. Tetapi lirik lagu tersebut baru ditulisnya pada 25 Juni 2020, dan karena terkendala pandemi Covid-19 maka lagu tersebut baru rilis pada tahun 2021 ini.

"Di lagu ini saya menggandeng Saka, putra maestro campursari Didi Kempot. Saka ini anaknya luar biasa, dia hanya mendengarkan lagu ini sehari dan paginya langsung take. Hanya untuk nada-nada tinggi agak kesulitan karena belum terbiasa," ujarnya.

Lagu Matahari dan Bintang-bintang itu diinspirasi dari semangat untuk bangkit di saat pandemi Covid-19.

“Sejak masa pandemi Covid-19 tahun 2020 yang lalu, saya melihat banyak kegelisahan, rasanya semesta sedang hibernasi dan memulihkan energinya dari kelelahan panjang. Sesungguhnya alam tetap setia merawat kehidupan. Matahari tetap bersinar, bintang-bintang tetap menerangi malam dan saya berkeyakinan, bahwa sesungguhnya kita sedang dipulihkan oleh semesta," paparnya.

Anak musisi campursari Didi Kempot, Saka Praja Kempot mengaku sangat senang dengan kolaborasi tersebut.

"Senang bisa berkolaborasi, tapi untuk cengkok keroncong agak bingung karena belum terbiasa. Kan ada nada-nada tingginya, agak susah tapi lama kelamaan bisa," kata Saka pada kesempatan yang sama.

Menurut penulis lagu, Robertus Grassianus Bagus, lagu berjudul Bintang-Bintang karyanya itu menggunakan musik yang simpel. Sedangkan lagu Taiyou dibuat dengam musik keroncong asli.

"Lagu Bintang-Bintang saya membayangkan penari balet yang diiringi musik keroncong. Kalau lagu Matahari, dengan musik keroncong asli yang sudah jelas biramanya," pungkasnya. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH