logo

Setelah Mangkrak Sejak 2010, Proyek Jateng Valley Akhirnya Dikerjakan

Setelah Mangkrak Sejak 2010, Proyek Jateng Valley Akhirnya Dikerjakan

Pembangunan Jateng Valley dimulai. (Foto: Istimewa)
16 Juni 2021 17:54 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Pengembang Jateng Valley diminta bisa mengelola pembangunan yang berorientasi lingkungan. Selain itu, juga diharapkan, bangunan iconic lebih diprioritaskan.

Hal itu disampaikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, usai peletakan batu fase pertama di 5 titik area Jateng Valley di kawasan Hutan Wisata Penggaron, Kabupaten Semarang, Rabu (16/6/2021).

Ganjar menyebut, Jateng Valley ini merupakan komitmen bersama dalam pengembangan daerah.

“Ini bagian dari survival kita, di tengah pandemi ekonomi tetap coba kita gerakkan, potensi-potensi ekonomi kita gerakkan, ada potensi-potensi sosial kemasyarakatan bisa kita gabung dan Jateng Valley ini adalah salah satunya,” kata Ganjar.

Menurutnya, peletakan batu pertama ini juga menandai bahwa di situasi pandemi suasananya tidak melulu mengharu biru. Namun juga jadi bukti seluruh pihak kita memiliki semangat untuk bisa bangkit dengan segala cara dan kekuatan.

“Pesan saya, ke depan desain yang dibuat itu betul-betul bisa mendorong pariwisata yang apik, bagus, punya faktor pembeda dengan yang lain,” tegasnya.

Di sisi lain, Ganjar meminta pada pengembang agar memprioritaskan bangunan-bangunan iconic. Sehingga bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk datang.

“Sehingga nanti kalau orang datang, Jateng valley itu lho ada salah satu yang iconic yang mereka pasti akan melihat, pengin foto, kemudian pengin melihat ke sini,” ujarnya.

Pihaknya juga mewanti-wanti agar pengelolaan dilakukan dengan berorientasi lingkungan. Ganjar berharap tidak terlalu banyak area dengan pohon-pohon tinggi menjulang yang ditebang.

“Pastikan hanya sedikit pohon yang dipotong) karena ini sudah menjadi hutan yang sangat bagus dan orang kalau datang ke sini harapannya bisa mendapatkan oksigen segar, gratis, bahagia dan kemudian mendapatkan nilai tambah dari orang-orang yang datang ke sini,” jelasnya.

Tak sampai disitu saja, Ganjar juga berharap pengembangan Jateng Valley tidak sekadar bermanfaat bagi pengelola namun juga memberi rezeki bagi masyarakat sekitar.

“Tentu saja harapan kita, banyak orang yang bisa mendapatkan rezeki dari tempat ini. Sehingga semua akan bisa menjadi satu kekuatan untuk bisa bangkit bersama,” tandasnya.

Sebagai informasi, pembangunan obyek wisata Jateng Valley ini proyeknya sempat mangkrak sejak 2010. Nantinya, proyek tersebut akan menjadi destinasi wisata terbesar se Asia Tenggara dengan cakupan lahan seluas 370 hektare.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH