logo

Kemitraan BLK - Industri Perkuat Eksistensi Dan Kualitas Instruktur

 Kemitraan BLK - Industri Perkuat Eksistensi Dan Kualitas Instruktur

Para peserta pelatihan.(foto,ist)
15 Juni 2021 23:46 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - SURAKARTA: Kemitraan antara balai latihan kerja (BLK) dan kalangan industri merupakan hubungan saling menguntungkan. Yang dapat memperkuat eksistensi pelatihan dan meningkatkan kualitas instruktur.

Untuk itu, Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja (BBLPK) Bandung kembali mengirim instruktur di bidang manufaktur ke PT ATMI IGI CENTER Solo guna meningkatkan kemampuannya.

"Sejak tahun 2018, kami sudah menjalin kerja sama dengan ATMI yang bergerak di bidang manufaktur. Selain itu, BBPLK Bandung juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan otomotif seperti Mitsubishi, Isuzu, Nissan, Mazda, Yamaha, Daikin dan OLX," terang Plt Kepala BBPLK Bandung, Aan Subhan, di Solo, Senin (14/6/2021).

Dia berharap, dengan adanya training partnership (kemitraan pelatihan) ini, teknologi dari dunia industri bisa dibawa ke dunia pelatihan di BBPLK Bandung. Dia juga menginginkan, agar berbagai pelatihan level basic yang ada di dunia industri, dapat diterapkan secara optimal di BBPLK Bandung.

"Kita sesuaikan fasilitas peralatan industri yang digunakan, untuk praktik pelatihan kerja bidang manufaktur dan otomotif. Kemajuan teknologi dunia industri itu harus diterapkan, dalam praktik siswa-siswa pelatihan BLK Bandung," ungkap Aan.

Di bagian lain, Kepala Kejuruan Otomotif BBPLK Bandung Heru Wijayanto menyatakan, BBPLK Bandung telah memiliki berbagai program pelatihan, peralatan yang dibutuhkannya, hingga instrukturnya yang telah mempraktekan pelatihannya langsung di dunia industri.

"Kami berharap level basic training BBPLK Bandung diperkuat. Sehingga, dunia industri tinggal melakukan upgradingnya atau upskilling saja. Itu tujuan training partnershipnya," jelas Heru.

Sementara, seorang instruktur pelatihan Dimas Ari Prasetyo mengatakan, melalui training partnership ini, dirinya dapat belajar press tool dan jig fixture. Khususnya, dalam hal desain dan pengaplikasiannya di mesin manufaktur, sampai produk tersebut dapat diterapkan di BLK Bandung.

Dimas berharap, nantinya saat kembali ke BBPLK Bandung, ilmu yang diperoleh berguna untuk melatih siswa sesuai dengan yang dibutuhkan dunia industri.

"Kami juga berharap setelah mengikuti training di ATMI ini, kami dapat berkembang lagi untuk pembuatan produk turunannya," imbuhnya.

Sementara Training Center Manager ATMI Bayu Prabandono berharap, peserta training mendapatkan ilmu yang dibutuhkan dan mendapatkan suasana kerja industri yang ada di ATMI.

"Kegiatan ini juga memperkenalkan situasi dunia kerja. Sehingga, para instruktur dapat menambah ilmu dan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang nyata. Semoga kegiatan ini menambah keahlian dan kemampuan para instruktur,” tuturnya.***

Editor : Markon Piliang