logo

Nadiem: Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tumbuhkan Toleransi Antarsesama

Nadiem: Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tumbuhkan Toleransi Antarsesama

Nadiem Makarim. (YouTube)
15 Juni 2021 08:57 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id -
JAKARTA: Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka telah dibuka bagi para mahasiswa di seluruh Indonesia. Calon peserta dapat mengakses pendaftaran melalui laman Pertukaran Mahasiswa Merdeka https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/web/pertukaranMahasiswaMerdeka2021, 14 - 27 Juni 2021 mendatang, 

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan, lewat program itu, para mahasiswa akan mendapatkan wawasan baru,  banyak pengalaman dan pelajaran terkait keragaman budaya Indonesia dan toleransi antarsesama individu. 

“Dari pertemuan dan perkenalan tersebut, kalian akan bersama-sama belajar menghargai perbedaan, dan merayakan keberagaman. Dan, semua itu kalian lakukan sambil mengikuti perkuliahan,” ungkap Mendikbudristek secara virtual di Jakarta, Sabtu (12/06/2021), dikutip dari laman resmi Kemendikbud ristek, Senin (14/06/2021) .

Menurut Nadiem, meskipun program pertukaran mahasiswa ini berlangsung hanya satu semester tetapi pelajaran dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa akan bermakna seumur hidup. "Jangan lupa, segera daftarkan di program pertukaran mahasiswa merdeka,” ucap Nadiem.

Ketua Subpokja Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Andi Ilham memaparkan, jika mahasiswa ingin merasakan pengalaman kuliah selama satu semester di kampus lain dengan suasana yang berbeda dapat  bergabung lewat program ini. Karena, program ini bertujuan untuk mendorong tumbuhnya semangat cinta Tanah Air melalui persahabatan antargenerasi muda di berbagai wilayah Nusantara.

“Jadilah calon pemimpin bangsa yang berintegritas, memahami keberagaman dan arif mengelola kekayaan sumber daya untuk membangun bangsa yang berdaulat adil dan makmur,” ujar Andi Ilham.

Lebih jauh Ilham menjelaskan beberapa syarat yang harus dipenuhi mahasiswa untuk mengikuti program ini.

Pertama, mahasiswa S1 non-vokasi, aktif pada semester 3, 5, dan 7 dari PTN - PTS di seluruh Tanah Air.

Kedua, memiliki IPK minimal 2,75 atau memiliki pengalaman prestasi non-akademik tingkat daerah/ nasional/ internasional (dibuktikan dengan dokumen yang sah).

Ketiga, memiliki kemampuan dan peluang untuk mengembangkan penalaran, wawasan, serta berintegritas, kreatif dan inovatif.

Keempat,  tidak pernah dikenakan sanksi akademik dan non akademik pada perguruan tinggi pengirim.

Kelima, bersedia mentaati seluruh ketentuan tertulis pada buku POB (Pedoman Operasional Baku) Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka; 

Keenam, mendapatkan rekomendasi dari PT asal dan izin orang tua/wali. 

Luar Pulau Domisili

Andi Ilham mengatakan bahwa melalui program ini, mahasiswa akan dikirim ke salah satu kampus di luar pulau domisilinya untuk mengikuti proses pembelajaran dengan tiga skema yang dapat dilipilih. 

Pertama, total 20 SKS dapat ditempuh seluruhnya di perguruan tinggi penerima dilaksanakan secara luring. 

Kedua, total 20 SKS dapat ditempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi penerima secara luring dan beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi pengirim (asal) secara daring.

Ketiga, total 20 SKS dapat ditempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi penerima secara luring, dan beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi mitra secara daring dan atau di perguruan tinggi pengirim (asal) secara daring. Selain itu, mahasiswa juga akan mengikuti kegiatan Modul Nusantara yang setara dengan 2 sks dan dibimbing oleh dosen. Empat kegiatan pokok yang ada pada Modul Nusantara ini antara lain kebhinekaan (14 kegiatan), inspirasi (3 kegiatan), refleksi (7 kegiatan), dan kontribusi sosial (1 kegiatan).

Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dorong Mahasiswa Merajut Persatuan dalam Keragaman

Bekal Berharga

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Nizam menyampaikan bahwa melalui program ini, selain mahasiswa berkuliah, mereka juga mendapat beragam pengayaan lain yang dapat menjadi bekal berharga bagi masa depannya.

“Selain adik-adik mengikuti perkuliahan mendapatkan sistem kredit semester (SKS) maksimal 20 SKS di perguruan tinggi mitra, kalian juga akan mendapatkan program pengayaan yang disiapkan oleh ribuan dosen yang berdedikasi penuh untuk membangun soft skills, membangun kompetensi dan membangun semangat kebersamaan, ke-Bhineka Tunggal Ika-an, dan kebhinnekaan global kita dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya menerangkan.

Sementara itu, kepada perguruan tinggi peserta, terus didorong agar dapat memotivasi mahasiswanya untuk mendaftar serta memantau perkembangan jumlah dan proses pendaftaran program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Selain itu, perguruan tinggi juga harus memfasilitasi mahasiswa untuk dapat berkonsultasi terkait pemilihan mata kuliah, memfasilitasi kelengkapan seluruh dokumen yang dibutuhkan mahasiswa, serta menjelaskan mekanisme pemberangkatan ke perguruan tinggi penerima.

“Jangan khawatir untuk biaya transportasi dari kota asal ke kota tujuan akan dibantu oleh pemerintah untuk biaya transportasi dan bantuan biaya hidup selama di provinsi lain,” tambah Dirjen Nizam. ***