logo

KBRI Phnom Penh Selenggarakan Webinar “Indonesia – Cambodia Women as Drivers for Economic Growth”

KBRI Phnom Penh Selenggarakan Webinar “Indonesia – Cambodia Women as Drivers for Economic Growth”

Webinar dibuka oleh  Duta Besar RI Sudirman Haseng
11 Juni 2021 21:03 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dalam mendukung dan memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Kamboja, terutama melalui pengusaha perempuan, KBRI Phnom Penh menggelar Webinar “Indonesia – Cambodia Women as Drivers for Economic Growth” secara hybrid.

Webinar dibuka oleh  Duta Besar RI Sudirman Haseng. Narasumber yang hadir secara fisik, Presiden Cambodian Women Entrepeneurs Association (CWEA) Oknha Keo Mom, co-founder She Investment Loem Lida, Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Dr Dewi Motik Pramono, MSi, dan Senior Vice President Risk, Legal, & Compliance LinkAja!, Andriani Lintott.  

Wakil Rektor Kerja Sama dan IT Universitas Bhayangkara Jakarta Raya/anggota DWP KBRI Phnom Penh Dr Diah Ayu Permatasari menjadi moderator yang hadir secara daring.

Para peserta yang mengikuti webinar tersebut hadir langsung di Phnom Penh dan daring via Zoom serta YouTube KBRI Phnom Penh TV.

Dalam sambutannya, Duta Besar Sudirman Haseng menyampaikan, perempuan saat ini merupakan mitra dan kontributor penting untuk pertumbuhan global. Mereka memiliki peran signifikan dalam berbagai bidang seperti ekonomi, politik, dan juga sosial-budaya.

“Webinar ini bertujuan untuk menyambung dan mengeksplorasi berbagai kerja sama pengusaha perempuan Indonesia dan Kamboja sekaligus berbagi pengalaman mereka sebagai mesin penggerak dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Dubes Sudirman Haseng.

Para narasumber yang semuanya merupakan perempuan sepakat bahwa perempuan saat ini dapat melakukan segala hal jika diberikan akses dan kesempatan yang sama dengan pria.

“Pintar dan bersyukur, berjiwa kepemimpinan, kuat namun tidak keras kepala, sopan namun tidak lemah, tidak mudah emosi.” Rangkaian kata-kata yang menggambarkan mengenai sosok perempuan di mata para narasumber yang hadir.

Ketua IWAPI menyampaikan, para perempuan harus siap aksi melalui pemanfaat teknologi, di mana promosi produk dewasa ini penting dilakukan melalui media online.

Presiden CWEA menyampaikan sepak terjang organisasinya bahwa selain merupakan perkumpulan pebisnis perempuan, juga membantu untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan bagi para perempuan di Kamboja untuk memulai bisnis.

Sejalan dengan kegiatan CWEA, perusahaan inkubator asal Kamboja, She Investment, juga bergerak membantu para perempuan Kamboja untuk dapat mandiri dan berwirausaha.

SVP LinkAja! juga mengatakan hal senada.  Perusahaan teknologi finansial (fintech) asal Indonesia ini menjembatani para perempuan di Indonesia yang bergerak di UMKM melalui layanan keuangan yang cashless untuk memudahkan proses bisnis.

Webinar ini mendapatkan antusiasme dari para peserta, baik yang hadir di tempat dan juga hadir secara daring di mana salah satu peserta menyampaikan perlu lebih banyak webinar serupa.

Selain diskusi mengenai peranan perempuan, webinar juga dimeriahkan oleh Pusat Budaya Indonesia (Pusbudi) Nusantara KBRI Phnom Penh yang membawakan Tari Jathilan dari Jawa Timur.

Webinar dapat disaksikan ulang di akun YouTube KBRI Phnom Penh di TV dengan tautan https://youtu.be/-8VmgTzcWzU. ***