logo

Diduga Plagiasi, Aktivis 98 Dan Mahasiswa Desak Menteri Nadiem Makarim Copot Rektor UHO

Diduga Plagiasi, Aktivis 98 Dan Mahasiswa Desak Menteri Nadiem Makarim Copot Rektor UHO

Aktifis 98 dan Mahasiswa UHO gelar demo mendasak Menteri Nadiem Makarim Copot grlar Guru Besar AHO, Jumat (11/6%2021).
11 Juni 2021 16:45 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Aktivis 98 bersama Civitas akademi kampus Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar unjuk rasa lagi mendesak Mendikbud Ristek Nadiem Makarim segera mencopot Rektor Muhammad Zamrun Firihu.

Pasalnya, kasus dugaan plagiasi jalan ditempat, tak tersentuh pihak Kemendikbud Ristek dibawah kendali Nadiem Makarim.

Ketua Koalisi Pemuda Mahasiswa Anti Plagiasi Sawal Ampera, dalam keterangan tertulis yang diterima Suarakarya.Id Jumat, (11/6/21) mengungkapkan, sudah dua kali menggelar aksi demontrasi di Kemenristek Dikti dan Gedung DPR RI

Hal itu dilakukan mengacu pada surat yang ditandatangani Dirjen Dikti A.n Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 0263/E.E4/KP.07/00/2021 tanggal 15 April 2021 perihal tindak lanjut pengaduan masyarakat dan surat yang ditandatangani Dirjen Dikti Nomor 0301/E.E4/KP.07.00/2021 tanggal 10 Mei 2021 tentang penegasan dan arahan pemilihan Rektor UHO periode 2021-2025 yang ditujukan kepada ketua senat UHO terdapat beberapa hal yang perlu diklarifikasi demi menjaga integritas Kemendikbud Ristek. 

Lebih lanjut Sawal yang juga mahasiswa Antropologi Kampus UHO Kendari ini menyayangkan pihak Dirjen Dikti tidak serius menangani dugaan plagiasi yang dilakukan pihak rektor UHO, Muhammad Zamrun Firihu.

“Seharusnya keputusan Dirjen Dikti tersebut merupakan titik terang untuk menyelamatkan marwah dan integritas Universitas, perguruan tinggi maupun dunia pendidikan pada umumnya dari tindakan yang tidak terpuji tersebut,” ujar Sawal.

Pihaknya, minta kepada Kemendikbud Ristek agar melakukan pendalaman dan memeriksa perbedaan hasil dari dua tim review bentukan Kemendikbud tersebut dengan melibatkan Ombudsman RI dan DPR RI dalam hal in Komisi X DPR RI.

  “Menangani perbuatan tidak tercela ini harus serius hingga tuntas, kami meminta Mendikbud Ristek mencopot Rektor UHO segera sebelum kekuatan dahsyat menghantam kampus” ucapnya.

Sementara itu, Elwan sebagai Aktivis 98 sekaligus Dosen pengajar di Fisipol Kampus Universitas Halu Oleo (UHO) mengaku geram dengan Kemdikbud Ristek terkesan lamban menangani perbuatan tak terpuji dalam dugaan plagiasi, dalam kajian tim Ombusmen RI merekomendasi telah melakukan plagiasi namun sudah dua kali Ombusmen bersurat ke Presiden, tetapi tidak ada titik terangnya.

“Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim mesti obyektif dengan mengidentifikasi dalam proses dugaan plagiasi dengan memutuskan penundaan terhadap pemilihan rektor UHO dan mencopot jabatan rektor,” ucapnya mengecam.

Pihaknya berharap Kemendikbud Ristek memiliki kewenangan untuk menentukan jadwal tahapan pemilihan rektor karena membutuhkan pendalaman dahulu fakta- fakta yang terkait dugaan plagiat Muhammad Zamrun Firihu.

Jika terbukti, maka Menteri Nadiem dengan tegas dapat mendiskualifikasi dari calon rektor sesuai Permenristek Dikti  No. 21 Tahun 2018. Menurut Elwan, jika dugaan tersebut terbukti plagiat maka  Muhammad Zamrun Firihu diberhentikan sebagai rektor dan pencabutan gelar guru besar.

“Artinya Pak Nadiem dapat melakukan penundaan tahapan pemilihan rektor UHO, karena Muhammad Zamrun Firihu lolos sebagai bakal calon rector berdasarkan rekomendasi senat UHO yang mengatakan tidak cukup bukti bahwa dia ( Muhammad ZamrunFirihu) tidak plagiat, sementara faktanya keputusan senat UHO tersebut cacat prosedur atau mal-administrasi. Ini yang mesti didalami oleh Kemendikbud Ristek, butuh pembuktian dokumen,” ucapnya.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH