logo

Bujuk Lansia Vaksin, Bidan Banyumas Keluar Masuk Dasa Wisma

Bujuk Lansia Vaksin, Bidan Banyumas Keluar Masuk Dasa Wisma

Bidan di Banyumas memotivasi lansia untuk vaksin. (Foto: Istimewa)
11 Juni 2021 15:17 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - BANYUMAS: Berbagai langkah ditempuh para bidan di Puskesmas Sokaraja, Kabupaten Banyumas, untuk membujuk para lansia agar bersedia melakukan vaksinasi.

Salah satu cara menarik dilakukan bidan Puskesmas Sokaraja bernama Ami. Ia rela keluar masuk ke acara dasa wisma (Dawis) dan PKK di desa-desa untuk sosialisasi pentingnya vaksinasi.

Langkah Ami, diketahui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat meninjau program vaksinasi di Puskesmas tersebut, Kamis (10/6/2021).

Bermula saat Ganjar datang ke Puskesmas itu, dan melihat banyak lansia yang menunggu antrean vaksinasi. Ketika diajak ngobrol dan ditanya kenapa mau vaksin? Mereka menjawab karena diajak Bu Bidan.

"Diajak Bu Bidan Pak, namanya Bu Ami," kata mereka.

Ganjar kemudian mencari Bidan Ami dan mengajaknya ngobrol. Kepada Ganjar, Ami mengatakan memang aktif sosialisasi tentang pentingnya vaksinasi pada masyarakat.

"Saya biasanya ikut acara-acara Dawis, PKK dan sebagainya. Saat acara-acara itu, saya sosialisasi pentingnya vaksinasi dan mengajak lansia yang ada untuk mau vaksin," katanya.

Cara itu ternyata ampuh meningkatkan kesadaran lansia di Sokaraja untuk vaksin. Bahkan ada juga yang sudah sepuh dan tidak bisa ke Puskesmas, tetap dilayani dengan cara jemput bola.

"Kalau ada yang tidak bisa datang, kami jemput bola. Kami kirim orang untuk menjemput. Bahkan seringkali kami gelar vaksinasi di desa-desa itu," jelasnya.

Apa yang dilakukan Bidan Ami itu membuat Ganjar senang. Sebab cara Ami merupakan cara paling bagus untuk mempercepat vaksinasi khususnya bagi lansia.

"Ini contoh bagus dari nakes di Puskesmas Sokaraja. Mereka datang ke acara-acara dasa wisma dan proaktif jemput bola. Lansia-lansia yang ada disuntik di tempat, ada juga yang datang ke Puskesmas. Ini cara yang bagus, kalau ini terus dilakukan akan terjadi percepatan," ucapnya.

Ganjar mengatakan memang tengah menggenjot vaksinasi di Jateng. Ia telah memerintahkan kepada seluruh Bupati/Wali Kota untuk menghabiskan stok-stok vaksin yang masih ada.

"Jangan menunggu vaksin kedua, yang ada sekarang habiskan saja. Stok vaksin saya minta dihabiskan, karena sekarang lagi meningkat kasusnya. Kalau stok yang tersedia bisa disuntikkan khususnya pada lansia dan penderita komorbid, maka itu bisa melindungi lebih banyak masyarakat," pungkasnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto