logo

Jokowi Optimistis Bandara JBS Mampu Bangkitkan Ekonomi Jateng

Jokowi Optimistis Bandara JBS Mampu Bangkitkan Ekonomi Jateng

Jokowi disambut Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Pemprov Jateng)
11 Juni 2021 13:18 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - PURBALINGGA: Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (11/6/2021). Jokowi datang untuk melihat progres pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) yang baru saja beroperasi awal Juni 2021.

Dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia jenis ATR-72, Jokowi disambut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Menhub Budi Karya Sumadi, Bupati Purbalingga dan jajaran pejabat penting lain.

Setelah turun dari pesawat, Jokowi nampak berbincang singkat dengan Ganjar dan Budi Karya sambil masuk ke terminal melakukan pengecekan.

Di terminal itu, Ganjar tampak mendampingi sambil memberikan informasi terkait bandara. Kepada Jokowi, Ganjar mengatakan tak hanya Purbalingga yang diuntungkan dengan adanya bandara JBS, namun daerah lain seperti Banyumas, Pemalang, Banjarnegara, Cilacap, Wonosobo dan Kebumen juga merasakan dampaknya.

"Bandara ini dengan daerah lain di sekitar Purbalingga sangat dekat. Jadi tidak hanya Purbalingga yang ketiban rezeki, daerah lain juga akan merasakan dampaknya. Tentu kita berharap bisa menggerakkan perekonomian di wilayah Jateng bagian selatan dan tengah," ucapnya.

Jokowi sendiri mengatakan, kedatangannya ke Purbalingga memang khusus untuk meninjau progres perkembangan pembangunan bandara Jenderal Besar Soedirman. Ia melihat pembangunan runway sudah selesai dengan panjang 1.600 meter dan lebar 30 meter.

"Meskipun terminalnya belum selesai, tapi minggu lalu telah dilakukan penerbangan dari Jakarta ke Purbalingga dan dari Purbalingga ke Surabaya oleh Citilink. Saya melihat juga penumpangnya lebih dari 70 persen. Alhamdulillah," kata Jokowi.

Jokowi berharap bandara Jenderal Besar Soedirman bisa berkontribusi untuk menumbuhkan ekonomi di Jateng. Tidak hanya Purbalingga, tapi daerah lain seperti Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Wonosobo termasuk Kebumen dan daerah lainnya. Sehingga diharapkan mobilitas orang, barang dan logistik akan lebih baik.

"Ini bagus, saya senang. Meskipun terminalnya darurat, tapi airportnya sudah dipakai. Saya kira ini lebih produktif daripada menunggu harus selesai baru dilakukan penerbangan," imbuhnya.

Cara seperti ini, lanjut Jokowi, akan diterapkan pada pembangunan bandara-bandara lain yang sedang dibangun di Indonesia.

"Terima kasih, Pak Gubernur Jateng, Ibu Bupati Purbalingga dan seluruh pihak yang telah berkontribusi pada pembangunan bandara ini," pungkasnya.

Ganjar sendiri mengaku bangga dengan dibukanya bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga sebagai bandara komersial. Sebab, itu merupakan sejarah panjang yang telah puluhan tahun diimpikan.

"Ini mimpi besar sejak puluhan tahun, dan hari ini terlaksana. The dream come true," kata Ganjar saat menghadiri penerbangan komersial perdana di bandara JB Soedirman, beberapa waktu lalu.

Ganjar ingat betul bagaimana panjangnya proses menjadikan bandara Jenderal Soedirman seperti saat ini. Pembahasan bandara itu sudah dilakukannya sejak ia masih menjadi anggota DPR RI.

"Sejak saya jadi DPR, sejak Pak Triyono masih jadi Bupati. Alhamdulillah sejarah panjang itu kini terwujud dan sudah ada pesawat yang mendarat," terangnya.

Ganjar berharap, dengan adanya Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, tak hanya masyarakat yang terbantu karena akses perjalanan semakin mudah. Bandara baru itu hendaknya bisa menjadi awal yang baik untuk peningkatan ekonomi di wilayah Jateng bagian tengah dan selatan. ***

Editor : Pudja Rukmana