logo

Masuk Zona Merah, Tapi BOR Kabupaten Tegal Masih Aman

Masuk Zona Merah, Tapi BOR Kabupaten Tegal Masih Aman

Ardie dan Ganjar cek kesiapan Jogo Tonggo. (Foto: Humas Pemprov Jateng)
10 Juni 2021 19:31 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SLAWI: Tak dapat dipungkiri, Kabupaten Tegal termasuk wilayah zona merah. Meski demikian, penanganan Covid-19 di kawasan Pantura ini terbilang masih cukup aman.

Disini, tingkat keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR), baru mencapai 53 persen saja. Berbeda jauh dengan Kabupaten Kudus.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie, saat mendampingi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, meninjau pelaksanaan Jogo Tonggo di Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal, Kamis (10/6/2021).

"Disini keterisian BOR baru 53 persen, belum tinggi. Masih ada bed kosong, ICU juga masih tersedia," kata Ardie.

Selain itu, Ardie mengatakan pelaksanaan PPKM mikro dan Jogo Tonggo di daerahnya berjalan optimal. Masing-masing desa telah membuat posko-posko PPKM mikro sebagai upaya penanganan.

"Kami dibackup oleh TNI/Polri, semuanya bekerja bersama-sama. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kabupaten/Kota tetangga untuk saling membantu kalau ada lonjakan. Mereka menegaskan siap bantu. Termasuk kami juga sudah meningkatkan vaksinasi," ucapnya.

Mendengar itu, Ganjar mengaku lega. Apalagi, jajaran Forkompimdanya kompak untuk gotong royong bersama-sama menangani persoalan tersebut.

"Saya optimistis, karena Forkompimdanya bagus. Kompak sekali. Tadi plWakil Bupati sudah sampaikan, Dinkes juga, bahwa belum ada BOR yang sampai 100 persen. Jadi masih aman, ini juga saya lihat Jogo Tonggonya bagus, semuanya membantu bahkan warga Tegal yang kerja di daerah lain juga ikut membantu," ucapnya.

Meski begitu, Ganjar meminta Pemkab Tegal tetap menyiapkan kontijensi plan apabila terjadi situasi darurat. Kapasitas tempat tidur baik ICU maupun isolasi di rumah sakit harus ditingkatkan.

"Kalau kesulitan, langsung komunikasikan kepada kami, agar segera dibantu dengan cepat. Jangan lupa koordinasi dengan Kabupaten/Kota di sekitarnya, agar bisa saling bantu," ucapnya.

Tak hanya itu, Ganjar juga berpesan penanganan di hulu harus terus ditingkatkan. Edukasi dan sosialisasi pada masyarakat tentang protokol kesehatan tidak boleh berhenti.

"Prokesnya harus ketat, TNI/Polri siap membantu. Itu bahkan ada ormas Banser juga siap. Jadi harus terus cerewet," terangnya.

Ganjar juga meminta Pemkab Tegal mengecek betul tentang persiapan pembelajaran tatap muka (PTM). Karena zona merah, Ganjar meminta Pemkab Tegal memastikan semuanya aman.

"Karena zona merah, PTM dicek betul dengan PPKM mikro. Data epidemologinya dipakai, yang zona merah dalam PPKM mikro, jangan dulu PTM nya," pungkasnya.***

Editor : Markon Piliang