logo

Seluruh Atlet PON DKI Harus Divaksin Sebelum Bertolak ke Papua

Seluruh Atlet PON DKI Harus Divaksin Sebelum Bertolak ke Papua

Ketua Umum KONI DKI Djamhuron P Wibowo berfoto bersama tim Alodokter selaku penyelenggara vaksinasi. (Foto: Dok Humas KONI DKI).
10 Juni 2021 14:54 WIB
Penulis : Markon Piliang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo menegaskan, seluruh atlet PON DKI Jakarta yang akan bertanding di PON XX Papua pada Oktober mendatang harus divaksinasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari penularan Covid-19 lebih meluas pada saat PON nanti.

“Bukan hanya atlet yang wajib divaksinasi, melainkan seluruh anggota kontingen mulai dari atlet, pelatih, ofisial, tenaga medis, masseur, dan teknisi harus divaksinasi,” kata Djamhuron ketika meninjau tempat vaksinasi atlet PON DKI di D’Capital Neo Soho Mall Jakarta Barat, Kamis (10/6/2021).

Disebutkan, dari seribu lebih atlet dan pelatih PON DKI Jakarta yang dipersiapkan dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebagian besar sudah menjalani vaksinasi. Sebelumnya ada yang divaksin di Senayan City, Lotte Kuningan, dan sekarang di D’Capital.

“Seharusnya pada tahap ketiga seluruh atlet sudah divansin. Tapi berhubung pada waktu yang bersamaan KONI DKI Jakarta sedang melakukan tes fisik terhadap atlet PON di Rawamungun, maka tidak semua bisa dituntaskan pada tahap ini,” lanjut Djamhuron.

Pada kesempatan itu Ketum KONI DKI mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggaran vaksi dari Alodokter, Agustin SE, MBA karena sudah diberi kesempatan untuk atlet untuk mengikuti vaksinasi. Ini, kata Djamhuron, juga salah satu bentuk dukungan tim Alodokter terhadap kontingen PON DKI yang akan berlaga di Papua nanti.

Sementara Dr dr Djunaidi dari bidang Iptek KONI DKI menambahkan, seharusnya ada 651 atlet DKI yang menjalani vaksinasi di D’Capital yang berlangsung 8 – 11 Juni 2021. Namun masih ada 200 atlet lagi yang belum berkesempatan untuk divaksinasi karena jadwal yang bentrok dengan tes fisik.

“Kita mengharapkan pada kesempatan lain sisa atlet yang belum divaksin bisa memenuhi kewajibannya sebagai syarat mutlak sebelum masuk Papua pada saat PON nanti,” kata dr Djunaidi.

Menanggapi harapan KONI DKI ini, Agustin mengatakan bahwa pihaknya akan membuka kesempatan kepada atlet DKI Jakarta bila tahap berikutnya ada penyelenggaraan lagi.

“Kami selalu membuka pintu kepada atlet DKI atau anggota kontingen PON lainnya seperti pelatih atau ofisial untuk divaksin. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada penyelenggaraan vaksin yang diselenggarakan Alodokter,” janji Agustin. ***

 

Editor : Markon Piliang