logo

Jajal LRT Jabotabek, Jokowi: Keretanya Nyaman, Suaranya Halus, Beroperasi 2022

Jajal LRT Jabotabek, Jokowi: Keretanya Nyaman, Suaranya Halus, Beroperasi 2022

Foto: Kolase YouTube.
09 Juni 2021 15:12 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT?) Jabodebek (Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi), Rabu (09/06/2021). 

Dalam peninjauan, rombongan Presiden melakukan uji coba perjalanan LRT dengan rute dari Stasiun Harjamukti, Cibubur menuju Stasiun Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Pinang Ranti, Jakarta. 

"Tadi kita mencoba keretanya halus, nyaman, kecepatannya juga baik, dapat dikatakan tanpa suara, nyaman sekali," kata Presiden saat memberikan keterangan pers usai peninjauan dalam tayangan video di kanal YouTube Sekretariat Presiden (Setpres) dan Sekretariat Kabinet (Setkab). 

Kunjungan Presiden pada Rabu pagi itu untuk melihat progres perkembangan pembangunan LRT (Light Rail Transit) atau  Lintas Rel Terpadu Jabodebek. "Sudah selesai kurang lebih 84,7 persen progres pembangunannya dan kita harapkan nanti di bulan April 2022 sudah mulai di-trial, mulai uji coba, dan akan kita mulai untuk operasional itu bulan Juni 2022," kata Presiden.

"Kenapa LRT ini kita bangun?" tanya Presiden.

"Kita ingin membangun transportasi massal yang terintegrasi. MRT (Mass Rapid Transit), LRT, kereta bandara, Bus Transjakarta, semuanya terintegrasi, sehingga terjadi efisiensi dalam orang bepergian dari satu titik ke titik yang lain. Kita harapkan setelah ini selesai, kita akan masuk pada titik-titik yang lain," ungkapnya pula.

Menurut Presiden, proyek  LRT yang dicobanya, seluruhnya dikerjakan oleh bangsa Indonesia.

LRT yang dinaikinya merupakan produk lokal yang diproduksi PT INKA (BUMN Industri Kereta Api), sedangkan konstruksinya dikerjakan oleh PT Adhi Karya. Sementara untuk operasional nantinya akan dilaksanakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Seratus (100) persen dikerjakan oleh PT INKA (Industri Kereta Api) yang nanti akan dioperasikan oleh PT KAI. Jadi, semuanya dikerjakan di Indonesia, termasuk juga pembangunan konstruksinya oleh PT Adhi Karya," kata Presiden.

Pengalaman dalam pembangunan seperti ini, kata Presiden, sangat dibutuhkan Indonesia. "Dengan memiliki pengalaman membangun konstruksi LRT, pengalaman membangun keretanya oleh PT INKA, yang ini nanti akan menjadi sebuah fondasi apabila kita membangun LRT, membangun kereta untuk negara-negara lain. Sekarang kan kita juga ekspor kereta ke Bangladesh, ke Filipina, dan kita harapkan LRT juga akan seperti itu," ungkap Kepala Negara.

Skema KPBU

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan proyek LRT dijalankan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha alias KPBU. Jadi, biaya membangun LRT Jabodebek ini tidak semuanya berasal dari keuangan negara.

Menurutnya, uang negara yang  dikeluarkan hanya sebanyak Rp 7,6 triliun ke PT KAI lewat skema penyertaan modal negara (PMN). Sedangjan sisa biayanya sekitar Rp20 triliun lebih diperoleh dari pinjaman PT KAI dan sederet BUMN yang berpartisipasi dalam proyek ini. "(Jadi), sisanya Rp 20 triliun lebih menjadi loan PT KAI," ungkap Budi Karya kepada media usai mendampingi Presiden Jokowi menguji coba LRT Jabodebek, Rabu (9/6/2021).

Proyek LRT melibatkan banyak BUMN. Mulai dari PT KAI sebagai operator, PT Adhi Karya (kontraktor), PT INKA (penyedia kereta), hingga PT LEN (pengatur persinyalan).

Menurut Menhub, proyek LRT ke depannya juga akan diterapkan di berbagai kota dengan skema pembiayaan sama, KPBU. Dia pun mendorong lebih banyakpihak swasta untuk ikut andil dalam proyek pemerintah macam ini.

Skema KPBU diharapkan jadi satu bentuk skema pembiayaan LRT di kota-kota lain. "Saat ini PT KAI, lain waktu perusahaan lain akan diperankan. Oleh karenanya kita berikan kesempatan ke swasta untuk berperan dan turut serta dalam pembangunan nasional," ungkapnya. 

Proyek Rp29,9 Triliun

Dari catatan Detikcom, proyek LRT Jabodebek menelan anggaran hingga Rp 29,9 triliun. Pemerintah menyuntikkan PMN kepada PT KAI Rp 7,6 triliun dan PT Adhi Karya Rp 1,4 triliun, sisanya didapatkan dari pinjaman.

Untuk pembangunan prasarana dan sarana LRT Jabodebek mencakup tiga lingkup pekerjaan. Di antaranya adalah pekerjaan jalur, pekerjaan stasiun, depo dan OCC, serta pekerjaan fasilitas operasi dan trackwork.

Dari ketiga lingkup pekerjaan ini, total biaya proyek LRT Jabodebek mencapai Rp 20,752 triliun atau sebesar Rp 467,08 miliar per km. ***

Editor : Pudja Rukmana