logo

Wisata Lombok Siap Jika Menparekraf Jadi Wujudkan Work From Lombok

Wisata Lombok Siap Jika Menparekraf Jadi Wujudkan Work From Lombok

02 Juni 2021 21:52 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - LOMBOK: Pernyataan Menparekraf Sandiaga Uno yang akan menggalang Work From Lombok (WFL) setelah Work From Bali (WFB) menjadi angin segar bagi industri wisata Lombok. Hal ini tentu disambut baik pelaku wisata di Lombok, khususnya dan NTB umumnya.

"Kami masyarakat pariwisata  Lombok-Sumbawa sangat senang mendengar pernyataan Bapak Menteri perihal tidak menutup kemungkinan Work From Lombok juga bisa diberlakukan. Tentunya apresiasi setinggi-tingginya bila hal tersebut dapat terlaksana, mengingat berbagai events  dlm tahun ini membutuhkan spirit yang kuat untuk semua sahabat wisata lombok-sumbawa bisa memperoleh manfaat," ujar Kadis Pariwisata NTB Yusron Hadi, Rabu (2/6/2021).

Menurut Yusron Kehadiran Work from Lombok-Sumbawa merupakan angin segar bagi masyarakat kepariwisataan Lombok-Sumbawa ditengah situasi ini. 

"Tentu percepatan penuntasan CHSE dan vaksin bagi pelaku wisata harus kami lakukan dan mulai rabu (2/6/2021) ini sudah kita geber lagi setelah berlebaran hingga bubble destination Lombok-Sumbawa terwujud," kata Yusron.

Dikatakan Yusron, pemerintah daerah terus berupaya menekan laju covid-19 di NTB. Sehingga segala upaya tersebut diatas berhasil. Karenanya berwisata tetap dilakukan dengan sehat dan bersih.

Sebelumnya Menparekraf  Sandi Uno akan memperluas lokasi program work from destination atau bekerja dari destinasi wisata. Setelah Bali, Sandiaga membuka kemungkinan program itu digelar di Lombok dan Labuan Bajo.

“Tidak menutup kemungkinan daerah-daerah pariwisata lainnya juga diberlakukan kebijakan serupa, seperti work from Lombok atau work from Labuan Bajo,” ujar Sandiaga dalam acara press briefing di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Juni 2021.

Sandiaga menyebutkan sebuah daerah bisa menjadi lokasi program work from destination asal pemerintah dan warga setempat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Daerah tersebut juga mesti tergolong dalam kawasan hijau atau green zone yang menandai rendahnya tingkat penyebaran Covid-19.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto