logo

Covid-19, Antisipasi Lonjakan Semua RS Diminta Siaga

Covid-19, Antisipasi Lonjakan Semua RS Diminta Siaga

Jajaran Forkopimda Jateng
17 Mei 2021 16:33 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Seluruh rumah sakit (RS) di Jateng diminta bersiaga untuk mengantisipasi potensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca Idul Fitri. Hingga 14 hari ke depan, semua harus siap dengan kemungkinan terjadinya lonjakan kasus.

"Semua RS harus siaga. Kadinkes dan Sekda sudah saya minta menyiapkan. Kita menghitungnya 14 hari ke depan, apakah ada lonjakan pasca lebaran atau tidak. Belum lagi dampak-dampak wisata yang belum selesai," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, seusai rapat bersama Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin (17/5/2021).

Dari data yang ada, memang belum ada lonjakan kasus berarti di Jateng. Data minggu ke-19 tahun 2021, angka kasus Covid-19 Jateng justru menurun dibanding pekan sebelumnya.

"Jadi belum ada, karena masih menunggu 14 hari ke depan. Kalau data terakhir justru menurun. Kemarin yang hasil swab selama lebaran hasilnya juga tidak banyak, dari 43 ribu tes, hanya 56 yang ditemukan," jelasnya.

Meski demikian, pihaknya akan terus gencar menerapkan testing, tracing dan treatment. Random tes juga akan terus dilakukan di pintu-pintu keluar Jateng.

"Tetap kita lakukan testing, agar bisa membantu Provinsi lain. Sehingga, kalau kita random tes, harapannya mereka yang akan kembali ke tempat kerja asal atau mereka yang ingin bepergian ke daerah lain di luar Jateng semuanya sehat," pungkasnya.

Dalam rapat tersebut Presiden Joko Widodo meminta semua Kepala Daerah mewaspadai potensi lonjakan kasus Covid-19 pasca lebaran. Sebab meski mudik dilarang, faktanya ada 1,5 juta warga yang tetap nekat mudik.

"Hati-hati pasca lebaran. Betul-betul kita harus waspada karena berpotensi ada peningkatan kasus baru Covid. Meskipun kita mengeluarkan kebijakan larangan mudik, saya dapat data masih ada 1,5 juta orang yang mudik pada 6-17 Mei kemarin," kata Jokowi.

Jokowi menegaskan, semua rumah sakit harus disiapkan. Upaya testing, tracing dan treatmen juga harus terus digenjot.

"Kasus aktifnya akhir-akhir ini sudah ada penurunan, kita berharap tidak ada peningkatan. Tingkatkan testing dan tracing, kalau ketemu langsung ditreatmen. Ini harus benar-benar dilakukan, sebagai upaya kita untuk mengendalikan," ucapnya. ***

Editor : Pudja Rukmana