logo

Ada Pembiaran Dari PBB, Satkar Ulama Indonesia Kutuk Serangan Bengis Israel

Ada Pembiaran Dari PBB, Satkar Ulama Indonesia Kutuk Serangan Bengis Israel

Sekjen DPP Satkar Ulama HM Ashraf Ali
17 Mei 2021 16:29 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Serangan bengis dan keji zionis Israel yang menyasar ribuan warga sipil, anak-anak, wanita dan lansia di Gaza, Palestina mengundang empati dari berbagai kalangan masyarakat di Indonesia dan dunia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Satkar Ulama Indonesia HM Ashraf Ali menyampaikan penyesalan, dan mengutuk tindakan Israel terhadap warga Palestina yang mengakibatkan jatuhnya ratusan korban nyawa anak anak, wanita, lanjut usia serta warga tak berdosa lainnya.

"Kebengisan tentara zionis Israel menembaki warga, menyebabkan lebih dari 200 orang meninggal. Saya minta PBB segera mengambil sikap untuk menghentikan situasi ini. Kami melihat ada pembiaran, sehingga sampai hari ini, rudal Israel masih ditembakan ke Gaza menghancurkan berbagai fasilitas umum," kata Ashraf yang juga mantan anggota DPRD DKI ini.

Politisi senior Partai Golkar ini menilai, Israel telah melanggar kesepakatan internasional, sehinggga harus ada tindakan keras dari PBB.

Sementara itu, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengatakan serangan Israel terhadap bangsa Palestina merupakan kejahatan yang keluar dari nilai-nilai kemanusiaan.

"Dunia yang memiliki akal sehat dan hati nurani harus melawan kebiadaban lsrael, penyerangan kepada umat lslam di Al Aqsa dan penyerangan di Gaza, bukanlah isu agama tetapi kejahatan kemanusiaan yang keluar dari nilai-nilai kemanusiaan," bunyi keterangan tertulis Majelis Pengurus Pusat ICMI yang ditandatangani Ketua Umum ICMI, Prof Jimly Asshiddiqie, dan Sekretaris Jenderal ICMI, Mohammad Jafar Hafsah, yang diterima di Jakarta, Senin siang.

Dengan serangkaian kekerasan yang dilakukan Israel terhadap umat muslim di Palestina, ICMI mengeluarkan pernyataan sikap yakni turut berduka cita mendalam atas jatuhnya korban nyawa termasuk anak anak dari agresi lsrael.

Terlebih lebih lagi aksi itu dilakukan saat umat lslam tengah melaksanakan ibadah pada bulan suci Ramadhan. lsrael telah melanggar prinsip-prinsip hukum internasional dalam Piagam PBB.

Terutama keputusan Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu pengetahuan, dan Budaya (UNESCO) 2016 yang menetapkan Masjid Al Aqsa sebagai situs suci umat lslam.

Untuk itu, lCMl mengajak seluruh umat lslam bersama-sama membela dan membantu Palestina serta seluruh warga dunia untuk melawan kezaliman lsrael yang melakukan pelanggaran HAM.

lCMl menganggap tindakan agresi merupakan penjajahan dan kejahatan kemanusiaan yang harus dihentikan.

Masalah kemanusiaan, khususnya hubungan antara lslam dan barat seperti konflik lsrael dan Palestina dapat saja tuntas bila para pemimpin dunia termasuk Amerika Serikat bersikap netral tanpa ada keberpihakan. ICMl meminta para pemimpin dunia bersatu menyelamatkan warga Palestina.

Selanjutnya mendesak pemerintah Amerika Serikat yang selama ini menggembar-gemborkan penegakan nilai demokrasi untuk melakukan tindakan nyata menekan lsrael.

Kemudian, ICMI juga mendesak PBB untuk menjatuhkan sanksi terhadap lsrael atas pelanggaran HAM berat. lCMl juga menyambut baik langkah lndonesia yang sigap merespon dan berperan penting membantu perjuangan kemerdekaan rakyat dan bangsa Palestina.

Hal tersebut sejalan dengan semangat paragraf pertama Pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Terakhir, ICMI menyerukan pemerintah lndonesia dan koalisi negara-negara lain agar lebih serius, agresif dan inisiatif menggalang solidaritas dunia menyelesaikan pemberian kemerdekaan penuh kepada Palestina yang sudah sangat lama dinantikan. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto