logo

Tragedi Kedung Ombo, Ganjar: Tempat Wisata Akan Diaudit Rutin

Tragedi Kedung Ombo, Ganjar: Tempat Wisata Akan Diaudit Rutin

Penyelamatan korban perahu tenggelam. (Foto: Istimewa)
17 Mei 2021 15:14 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Tragedi perahu tenggelam di Waduk Kedung Ombo menjadi pelajaran dan perhatian serius. Tempat-tempat wisata akan dilakukan audit rutin, khususnya terkait standar operasional prosedur (SOP) wahana.

"Kemarin agak ramai destinasi wisata yang menjadi perhatian kita. Pelajaran dari waduk Kedung Ombo, adalah pengelola harus dilakukan audit rutin," tegas Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, usai halalbihalal virtual di lingkungan Pemprov Jateng dan Forkopimda di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (17/5/2021).

Audit rutin perlu dilakukan untuk mengetahui pasti perkembangan dan pelaksanaan SOP di tempat wisata. Terlebih SOP wahana permainan dan spot lainnya apakah dilaksanakan dengan benar atau tidak oleh pengelola.

"Dari audit itu kita harus tahu SOP dilakukan dengan benar dan itu berlaku untuk seluruh wahana yang ada di situ. Tidak hanya wahana air tetapi wahana lain, umpama tempat selfie apakah konstruksinya bagus, jembatan apakah jembatannya bagus, kalau mereka menggunakan wahana air apakah safety system-nya cukup, peralatan resque-nya cukup. Ini penting untuk kita evaluasi bersama," katanya.

Ganjar mengapresiasi langkah Bupati dan Wali Kota yang sudah tegas dalam bertindak. Khususnya terkait keamanan dan keselamatan rakyat.

"Saya berterima kasih Bupati dan Wali Kota yang kemarin tegas bertindak. Saya tahu ini tidak populer, saya tahu ini tidak mudah, tetapi melakukan itu untuk menjaga keamanan dan keselamatan rakyat," ungkapnya.

Sebelumnya, Ganjar menyebut tempat wisata yang mengabaikan keselamatan pengunjung akan ditutup dan dicabut izinnya. Pernyataan tersebut disampaikan begitu ada kejadian perahu wisata tenggelam di Waduk Kedung Ombo, Kabupaten Boyolali, yang menyebabkan sebagian penumpang meninggal, Sabtu (15/5/2021).P Perahuwisata itu diduga melebihi kapasitas sebelum akhirnya tenggelam.

"Tantangan mereka saat ini, selain mengendalikan pengunjung, faktor yang tidak boleh diabaikan adalah keselamatan, maka seperti yang berkali-kali saya ingatkan, kalau tidak bisa dikontrol, tutup saja. Saya minta SOP ditaati," katanya. ***

Editor : Pudja Rukmana