logo

Prokes Diabaikan, Warga Sumber Yang Positif Covid Menjadi 25 Orang

Prokes Diabaikan, Warga Sumber Yang Positif Covid Menjadi 25 Orang

Wilayah RT 006 RW 007 Kelurahan Sumber Solo diisolasi setelah puluhan warganya positif Covid-19
17 Mei 2021 14:11 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Warga yang terpapar virus Covid-19 di RT 006 RW 007, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari Solo, bertambah menjadi 25 orang, Senin (17/5/2021). Setelah sehari sebelumnya sebanyak 23 orang. Mereka terpapar Covid-19 setelah mengikuti acara buka bersama.

"Pertama kan yang positif tujuh orang, bertambah terus akhirnya menjadi 25 orang. Semua sudah dikarantina, sejak sebelum Lebaran kemarin," jelas Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, kepada wartawan.

Menurut Ahyani, ke-25 warga yang positif Covid tersebut saat ini sudah menjalani karantina di Asrama Haji Donohudan sedangkan yang bergejala dirawat di rumah sakit.

"Ada yang dikarantina di Donohudan, dirawat di rumah sakit ada empat dan ada yang isolasi mandiri. Awalnya mereka ya mengalami gejala seperto batuk, pilek" jelasnya lagi.

Ahyani menyebut lingkungan di wilayah tersebut rentan terjadi penularan virus Covid-19. Karena penduduknya padat selain itu juga sebagian besar warganya menggunakan MCK komunal.

"Masyarakat disana akrab sering berinteraksi, sudah seperti keluarga. Tetapi protokol kesehatan (prokes) tidak dipedulikan," katanya.

Selain klaster buka bersama di Kelurahan Sumber, Ahyani menyebut ada kasus lain di Danukusuman. Meskipun tidak sebanyak di Kelurahan Sumber. Kasus di Danukusuman berasal dari klaster Taraweh. Atas bertambahnya kasus Covid tersebut pihaknya meminta Jogo Tonggo untuk terus berperan aktif.

"Swab massal juga akan dilakukan, kasus seperti ini kan berulang dan kami langsung sigap," katanya lagi.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan pihaknya melakukan evaluasi lonjakan Covid-19 pascalebaran. Gibran menyebut, kasus penambahan Covid-19 tidak hanya terjadi di Sumber tetapi juga di daerah lain.

"Kan saya sudah mengatakan hindari dulu bukber. Itu kan berawal dari bukber. Di Danukusuman ada karena Taraweh tidak prokes, kalau prokes ketat pasti tidak kena," ujarnya.

Gibran juga mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi dan tes swab di beberapa tempat. Agar tidak ada klaster baru. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH