logo

Bea Cukai Asistensi Impor 517.600 Dosis Vaksin SinoPharm, Hibah Pemerintah UEA 

Bea Cukai Asistensi Impor 517.600 Dosis Vaksin SinoPharm, Hibah Pemerintah UEA 

Foto ilustrasi. (Reuter)
06 Mei 2021 22:41 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali memberikan asistensi terhadap vaksin Covid-19 impor. Sebanyak 517.600 dosis vaksin bantuan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pekan lalu.

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan, beserta perwakilan Kimia Farma selaku importir, dan pimpinan Komunitas Bandara Soekarno-Hatta (Kombata) secara simbolis menerima vaksin SinoPharm, yang diproduksi National Pharmaceutical Group, perusahaan farmasi milik Pemerintah China.

Finari Manan menjelaskan bahwa vaksin Sinopharm diangkut menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia GA-891, tiba di Indonesia pukul 12:05 WIB. Vaksin dikemas dalam bentuk 70 isolated box, dan selanjutnya langsung dibawa ke gudang Rush Handling untuk diberikan asistensi percepatan pelayanan segera dan dilakukan pemeriksaan kepabeanan oleh petugas Bea Cukai.

Selain memberikan asistensi berupa layanan Rush Handling, Bea Cukai Soekarno-Hatta juga menerbitkan izin melalui SKEP fasilitas fiskal, antara lain pembebasan bea masuk dan pajak lainnya. Pembebasan tersebut meliputi Bea Masuk, PPN, dan PPh Pasal 22 Impor. "Hal tersebut dikarenakan vaksin termasuk kategori barang penanganan Covid-19, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No PMK-188/PMK.04/2020,” ungkap Finari dikutip dari laman resmi Kemenkeu, Kamis (06/05/2021).

Sebagai informasi, bantuan vaksin dari Pemerintah UEA ini telah melalui diplomasi secara intensif dan menjadi keseriusan Pemerintah RI untuk menanggulangi penyebaran varian baru, serta mencegah terjadinya peningkatan penyebaran Covid-19 secara eksponensial.

“Kami akan tetap memberikan pelayanan maksimal dan melakukan percepatan yang diperlukan dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Kami harap dengan hadirnya Bea Cukai akan mampu menangani hal tersebut dan Indonesia dapat bangkit dari pandemi yang terjadi kali ini. Kita pasti bisa,” ujar Finari. ***

Sumber: DJBC, Kemenkeu.