logo

Tribute To Didi Kempot Lewat Konser Panggung Kahanan

Tribute To Didi Kempot Lewat Konser Panggung Kahanan

Konser mengenang maestro campur sari
05 Mei 2021 18:25 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SOLO: Tata panggung mewah penuh warna tampak mencolok dalam konser Panggung Kahanan di Surakarta, Rabu (5/5/2021). Sebuah lukisan WPAP almarhum Didi Kempot terpajang di Dalem Joyokusuman.

Konser Panggung Kahanan ini merupakan acara untuk seniman yang diinisiasi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di masa pandemi Covid-19. Kali ini, Panggung Kahanan diadakan untuk mengenang Sang Maestro The God Father of Broken Heart. Dengan tema, Tribute To Didi Kempot. Sebab hari  ini bertepatan satu tahun meninggalnya Didi Kempot.

Panggung Kahanan tahun ini diadakan secara road show. Sebelumnya, telah berlangsung di Kendal, Pati, Kota Magelang, dan Banyumas. Dengan pementasan berlangsung secara virtual yang bisa ditonton di channel YouTube maupun Facebook Ganjar Pranowo.

Acara diselenggarakan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bekerja sama dengan seniman dan musisi Jateng yang tergabung dalam Jateng Musik Gram dan didukung Bank Jateng.

Kegiatan juga untuk mengumpulkan donasi seniman di rekening Bank Jateng atas nama Panggung Kahanan 2034 1919 19. Sampai Rabu sore ini, sudah terkumpul donasi Rp 84.832.930.

Konser Tribute To Didi Kempot ini dihadiri istri almarhum, Yan Vellia, bersana putra dan putrinya yaitu Saka Praja Adil Prasetyo dan Seika Zanithaqisya Prasetya. Mereka turut membawakan lagu almarhum.

Selanjutnya ada penyanyi keroncong Sruti Respati, penyanyi Pop Akademi Indosiar Fariza Aji Nugraha, Bambang Surono penyanyi berwajah mirip Didi Kempot, dan Tari Mandau dari Forum Komunikasi Mahasiswa Se-Kalimantan. Selain itu juga ditampilkan UMKM Lapak Ganjar. 

Ganjar Pranowo mengenang Didi Kempot sebagai sosok yang mencintai lagu Bahasa Jawa. Setelah sebelumnya, penyanyi berbahasa Jawa kurang mendapat apresiasi.

"Setelah diolah dengan bagus oleh almarhum Didi Kempot semua orang bisa bernyanyi, semua orang bisa berdendang. Easy listening. Masuk kampus, masuk pejabat, ini punya kita bagus. Anak-anak muda. Sekarang muncul Didi Kempot-Didi Kempot muda," kata Ganjar melalui virtual.

Dengan konser Tribute to Didi Kempot ini, akan memunculkan seniman muda yang bisa membawakan lagu Bahasa Jawa. Seperti yang pernah dilakukan Didi Kempot.

"Tinggal kita dorong lagi ke arah lebih tinggi," ungkapnya.

Menurut dia, kegiatan Panggung Kahanan juga tak menutup kemungkinan akan diadakan terus, meski diakui jika event musik secara langsung jelas lebih puas.

"Kita berikhtiar. Mungkin tak sebaik dan tak sepuas kalau kita nonton konser langsung. Tapi kolaborasi perlu dilakukan. Harapannya agar seniman bisa tampil, bisa berkreasi, " kata Ganjar.

Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, mengungkapkan dirinya memfavoritkan semua lagu Didi Kempot. Karena itu, dengan adanya Panggung Kahanan di Solo, itu sama saja memberikan kesempatan seniman lokal untuk manggung.

"Tapi paling tidak mengobati rasa rindu seniman untuk tampil. Para pecinta Didi Kempot yang ada di luar sana. Dibawa hepi biar imunitas tubuh bisa bertambah dan terbebas dari Corona," kata Gibran.

Isteri sang maestro, Yan Vellia mengungkapkan, Panggung Kahanan membuatnya seolah merasakan ambyar kedua. Dia berharap agar sosok Didi Kempot bisa menjadi penyemangat generasi muda agar terus berkarya.

"Harapan ke generasi penerus, seniman generasi muda, selama kita masih bernafas kita harus berkarya. Jangan malu menyanyikan lagu Jawa," pesannya. ***

Editor : Pudja Rukmana